POTENSI PAKAN TERNAK LOKAL BELUM DIMANFAATKAN

MedanBisnis – Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan saat ini potensi pakan ternak yang dapat diperoleh dari dalam negeri sangat besar namun hal itu belum banyak dimanfaatkan peternak.
Direktur Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Mursyid Ma”sum di Jakarta, Jumat (18/11), mengatakan, potensi pakan ternak lokal tersebut antara lain dari tanaman padi, jagung, kedelai, bungkil sawit maupun pelepah sawit.

Dia mengungkapkan, potensi pakan ternak yang dihasilkan dari tanaman padi, jagung dan kedelai yang tersedia mencapai 44 juta hektar dan mampu mencukupi untuk 19,5 juta satuan ternak sapi dan 16 juta satuan ternak kerbau. “Secara total mampu memenuhi 40 juta satuan ternak sedangkan jumlah ternak yang ada saat ini secara keseluruhan 15 juta satuan ternak, sehingga masih sangat potensial,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya,  produksi bungkil sawit nasional mencapai 2,8 juta ton namun sayangnya 95% justru diekspor sedangkan 5% sisanya untuk kebutuhan dalam negeri.  “Itupun tidak mudah diakses oleh peternak untuk mendapatkan bungkil sawit tersebut,” katanya.

Sebelumnya dalam Temu Koordinasi Kehumasan 2011 yang digelar Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Nusa Tenggara Barat, Mursyid menyatakan, sumber potensi penghasil Hijauan Pakan Ternak yakni lahan tanaman pangan, lahan hortikultura, lahan perkebunan khususnya perkebunan sawit.

Selain itu, lanjutnya, padang rumput alam, tanah bera, daerah aliran sungai (DAS), daerah pinggiran hutan, lahan  pinggiran jalan dan lahan marjinal. Khusus untuk padang rumput alam, menurut dia, terdapat sekitar 22 juta hektar dengan produksi rumput sekitar 13,7 juta ton yang hanya bisa mencukupi untuk 6 juta ekor sapi.

Pada kesempatan tersebut dia menyatakan, dari 10 juta ton produksi pakan ternak nasional saat ini, kebutuhan jagung sebagai bahan baku mencapai 5 juta ton dan 1,8 juta ton bungkil kedelai.
Namun untuk mencukupinya diperlukan impor jagung sebanyak 2,7 juta ton sedangkan bungkil kedelai 100 persen di datangkan dari luar yang mana tahun ini diperkirakan kebutuhannya mencapai 2,7 juta ton. Selain itu, untuk bahan baku pakan ternak yang lain berupa meat bone meal (MBM), PMM, CGM (turunan jagung) masih harus diimpor seluruhnya.

Untuk mencapai target Percepatan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014, menurut Mursyid, pihaknya melakukan  beberapa upayan dalam mengatasi penyediaan pakan ternak antara lain mengembangkan kegiatan peternakan terintegrasi dengan perkebunan dan kehutanan.

Memfasilitasi sejumlah propinsi yang memiliki padang rumput guna meningkatkan kualitas rumput yang dihasilkan dari padang di wilayah tersebut, pemanfaatkan padang rumput lebih optimal serta dalam bidang manajemen penggembalaan ternak. “Selain itu pemanfaatan teknologi pakan berbasis bahan pakan lokal,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencukupi penyediaan pakan ternak tersebut seperti dengan Ditjen Tanaman Pangan guna mendapatkan hijauan dari tanaman padi, jagung maupun kedelai. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *