PEMKAB LANGKAT EVALUASI PENDISTRIBUSIAN LPG 3 KG

MedanBisnis – Langkat. Sebagai langkah pengawasan dan evaluasi program konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg, Pemerintah Kabupaten Langkat, Kamis (17/11) kemarin, menggelar rapat evaluasi pendistribusian gas elpiji 3 kg.
Rapat yang dikoordinir tim dari Bagian Perekonomian Setdakab Langkat ini, juga diikuti oleh para agen penyalur dan utusan dari Pertamina, Pertemuan dilakukan di ruang Rapat Sekdakab Langkat

“Sebagaimana instruksi Bapak Bupati hal-hal terkait kebijakan pemerintah dalam menyubsidi kebutuhan masyarakat, termasuk LPG tabung 3 kg perlu tetap dilakukan pembinaan dan pengawasan,” kata Asisten Adm. Ekbangsos Pemkab Langkat Indra Salahuddin yang memimpin rapat didampingi Kabag Perekonomian Basrah Pardomuan, Kabag Humas Syahrizal dan unsur KPT Nursyam.

Berdasarkan evaluasi pihak Pemkab, beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain masih adanya agen yang mendistribusikan LPG langsung ke pengecer, masih adanya tabung yang bocor, karet yang rusak maupun kondisi tabung yang sudah berkarat, mengakibatkan masyarakat dihantui kecemasan membeli tabung tersebut.

Pada sisi lain juga disoroti masih adanya pangkalan yang belum memiliki izin usaha dari Pemkab, dan untuk itu agar para agen bisa menyarankan kepada pangkalan agar segera mengurus izin usaha sebelum Pemkab menutup usaha tersebut. Selain itu juga mengemuka upaya menghindari masuknya agen dari luar Langkat, yang berakibat kepada persaingan tidak sehat dan dapat melumpuhkan tata niaga jalur distribusi.

Pihak Pertamina melalui Staf Gasdom Pertamina Horas Sirait mengakui memang ada karet tabung yang rusak ataupun tabung yang berkarat dan hal ini sudah menjadi perhatian pihaknya, walaupun ketersediaan tabung juga terbatas. Oleh karenanya agen diharapkan tidak menerima kondisi seperti tersebut.

Terhadap agen nakal yang menyalurkan LPG langsung ke kios pengecer pihaknya meminta para agen untuk mematuhi ketentuan aturan yang telah dibakukan. Karena bila hal tersebut masih berlangsung, pihaknya akan memberi masukan ke pimpinan untuk memberhentikan sementara distribusi LPG kepada pihak agen yang nakal.

Sebanyak 12 agen LPG 3 kg yang hadir diantaranya Alfihan Nur, menyatakan terima kasih atas perhatian dari Pemkab yang terus berusaha menciptakan iklim berusaha yang sehat di Langkat. Dikatakannya, para agen juga menyadari bahwa keberadaannya mereka tidaklah oriented bisnis semata, akan tetapi harus turut mendukung program pemerintah dalam menyosialisasikan penggunaan LPG di masyarakat.

Pada pertemuan itu juga disepakati penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) ditingkat agen maupun pangkalan sesuai dengan jarak tempuh supply point sebagai titik distribusi yang berada di Tandem Hulu dan Gebang, di mana ketetapan harga di supply point sebesar Rp 10.500.

Sedangkan harga jual ditingkat agen dan pengecer juga tak boleh lebih dari ketentuan HET yang telah ditetapkan.  (misno)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kabupaten Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>