HARGA STABIL, EKSPOR MINYAK ATSIRI MELONJAK 91,8%

MedanBisnis – Medan. Harga jual yang stabil baik lokal dan ekspor dengan masing-masing mencapai sekitar Rp 450.000/kg dan US$ 53-US$ 60/kg, membawa dampak positif pada permintaan komoditas minyak atsari atau nilam, hingga nilai ekspornya mengalami lonjakan tinggi hingga 91,8%.
Kepala Dinas Perindustrian dan Pertanian (Disperindag) Sumut, Darwinsyah melalui Kasie Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan, Fitra Kurnia mengatakan, nilai ekspor minyak atsiri pada periode Januari hingga Oktober 2011 naik 91,8% dengan nilai US$ 63,137 juta dan volume 1.354 ton.
“Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama ditahun lalu yakni US$ 57,823 juta dan volume 2.186 ton. Kenaikan terjadi sangat besar pada volume yang dikirim,” ujarnya kepada MedanBisnis, Jumat (18/11).

Dikatakannya, permintaan dari negara tujuan ekspor terus naik karena memang memenuhi kebutuhan untuk memproduksi kosmetik dan parfum. Selama ini, minyak atsiri banyak dikirim ke Jerman, Spanyol, Singapura, Amerika Serikat, India dan Perancis.

Untuk sentra daerah penghasil minyak atsiri di Sumut berasal dari Dairi dan Nias. “Produksi lokal terkadang tidak mencukupi kebutuhan, sehingga kalangan eksportir juga mendatangkan tambahan pasokan dari Padang dan Lampung, tetapi ekspornya tetap melalui Belawan,” akunya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *