1500 PENARI “LANDEK PISO SURIT” AKAN PECAHKAN REKOR MURI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Hari Pariwisata Dunia yang ditetapkan oleh World Tourism Organization (UNWTO) dan diperingati setiap tanggal 27 September bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat internasional akan pentingnya pariwisata sebagai bagian dari pembangunan sosial, budaya, ekonomi, yang berkelanjutan. Tema Hari Pariwisata Dunia tahun ini adalah “Pariwisata Menghubungkan Budaya (Tourism¬† Linking Cultures)”.

Dimana pariwisata mempunyai peran kuat dalam membangun pemahaman internasional melalui nilai-nilai keragaman budaya yang ada di seluruh dunia, sehingga tercipta saling menghormati dan menghargai antar bangsa serta meningkatkan persahabatan antar bangsa di dunia.

Untuk tahun ini Sumut dalam rangka memperingati hari pariwasata dunia mengadakan event berjudul “GEMA PARIWISATA SUMATERA UTARA 2011” event ini akan berlangsung pada tanggal 24,25,26 November 2011 di Tapian Daya Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Acara ini nantinya akan berlangsung dari jam 10.00 pagi sampai dengan pukul 22.00 malam. Pembukaan akan diadakan pada tanggal 24 November pukul 14.00 yang akan di resmikan oleh Plt.Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho dan dilanjutkan dengan konvoi 14 etnis budaya yang ada di Sumut mengelilingi Kota Medan beserta club mobil antik, motor antik.

Sedangkan, acara hari kedua pada tanggal 25 akan diisi oleh berbagai kompetisi yang melibatkan seluruh kalangan pelajar sebagai bentuk brain storming untuk membangkitkan kesadaran para remaja agar mencintai pariwisata dalam negeri umumnya dan Sumut khususnya.

Kompetisi yang di perlombakan diantaranya, lomba mewarnai untuk tingkat TK, kompetisi band untuk pelajar, kompetisi fotografi dengan tema ‘Indahnya Pariwisata Sumut’.

Pada hari tiga tanggal 26 November, akan berlangsung persembahan spesial yaitu pemecahan rekor MURI dengan tarian “Landek Piso Surit ” dengan jumlah peserta 1500 orang dimana nantinya pemecahan rekor MURI ini akan langsung disaksikan oleh official record dari MURI.

Persembahan ini akan dilaksanakan pada pukul 09.00 wib pagi. Selain itu juga pada malam penutupan akan ada persembahan spesial kembali dimana akan ada kolaborasi yang tetap mencirikan pelestarian kebudayaan dan pariwisata Sumut.

“Kolaborasi nantinya akan melibatkan Duo percussion, Marching Band, Band, Gondang Sembilan, Tarian kontemporer dan Break Dance,” kata. Jiank Tampanz Director Flash Organizer, selaku event organizer¬† event yang dipercaya oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Sumut.

Menurut Jiank, kolaborasi ini nantinya akan menampilkan tiga lagu yang sudah di mixed oleh dirinya sendiri. (rel/fer/tribun-medan.com)
sumber : http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *