SISTEM PERTANIAN HUMBAHAS PERLU DIGENJOT

MedanBisnis – Doloksanggul. Manajemen dan sistem pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) perlu digenjot guna meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi dan eksentifikasi secara luas dan menyeluruh untuk peningkatan prekonomian masyarakat berbasis pertanian.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Humbahas Saul Situmorang, kepada MedanBisnis, Selasa (15/11) di ruang kerjanya mengatakan, bila dilihat dari data pertumbuhan ekonomi Humbahas  pada tahun 2010, yang paling menonjol di sektor perdagangan dengan pertumbuhan mencapai 8,4%.

Diikuti dengan jasa pengangkutan 8,7% , keungan perbankan 7,8%, dan industri pengolahan 7,7%. Dengan kondisi ini upaya pemerintah Humbahas tetap konsisten untuk menggejot agar lebih meningkat.

Dikatakannya, penunjang tercapainya visi misi di sektor pertanian, berbagai aspek harus diperhatikan pengadaannya sesuai dengan  kebutuhan masyarakat petani di Humbahas. Misalnya, untuk pengolahan lahan kering dipersiapkan traktor dengan subsidi yang disediakan pemerintah sehingga petani bisa membelinya dengan harga rendah.

Jadi, kata dia, dengan manajemen yang ditawarkan pemerintah, biaya pengolahan lahan 50 persen dari masyarakat dan 50 persennya lagi merupakan subsidi pemerintah. “Dengan menerapkan sistim ini, mudah- mudahan lahan kering yang selama ini tidak terolah menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Mengenai penggunaan traktor yang masih didominasi kepentingan beberapa kelompok, Saul membantahnya. “Itu tidak benar. Dan, kami bersama-sama dengan legislatif akan membangun unit pengelola traktor agar tersistim dengan baik. Karena ini memang untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat petani agar lebih sejahtera dan mandiri,” ujarnya.

Pihaknya kata dia, akan meminta bantuan pengadaan traktor besar  ke otorita Asahan. Sebab pertanian itu dilihat dari ketersedian alat mesin pertanian (alsintan), SDM petani, infrastruktur, pasar dan pemasaran.

Di samping itu, pemerintah juga bersama-sama dengan masyarakat harus menyajikan informasi secara cepat, baik itu informasi harga maupun informasi pola tanam antar kota dan kabupaten tetangga. Sehingga musim panen tidak bersamaan yang akhirnya dapat menghindari penurunan harga saat panen tiba.  ( ck 10)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *