EKSPOR KAKAO SUMUT BANGKIT KEMBALI

MedanBisnis – Belawan. Setelah sempat terpuruk hingga titik terendah, kini aktivitas ekspor kakao Sumatera Utara (Sumut) yang dikapalkan melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) bangkit kembali.
General Manager Pelindo I BICT Syamsul Bahri Kautjil melalui Asisten Manajer Hukum dan Humas H Suratman, Kamis (17/11) mengatakan, setelah Agustus 2011 ekspor komoditas kakao Sumut melalui BICT terpuruk hingga titik paling rendah yakni 922 ton dari sebelumnya 2.044 ton, aktivitas ekspor komoditas penghasil devisa negara itu bangkit kembali.

“Pada Agustus jumlah ekspor kakao melorot tajam hingga 54,89%, yakni dari 2.044 ton menjadi 922 ton. Namun pada September 2011 aktivitas kakao Sumut yang dikapalkan ke mancanegara lewat BICT mulai bangkit,” jelas Suratman.

Selama September 2011, papar juru bicara pengelola terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau Jawa itu, aktivitas ekspor kakao Sumut naik sekitar 38% yakni dari 922 ton pada Agustus menjadi 1.273 ton.

Memasuki Oktober, ujar H Suratman, aktivitas ekspor kakao Sumut semakin membaik. Di mana di bulan kesepuluh 2011 aktivitas ekspor kakao Sumut mencapai 2.018 ton atau naik sekitar 58,22% dibanding September yang jumlahnya 1.273 ton.

Selama ini, kata H Suratman, komoditas kakao termasuk salah satu komoditas ekspor unggulan Sumut yang dikapalkan melalui terminal peti kemas BICT.

Bahkan menurut Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Belawan Devid Yohannes, komoditas kakao merupakan salah satu komoditas penyumbang bea keluar (BK) terkemuka melalui Belawan. Sekadar diketahui, sepanjang Oktober 2011, pemerintah menetapkan tarif bea keluar (BK) atau pajak ekspor biji kakao sebesar 10%. (wismar simanjuntak)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *