BI KOMIT BANTU PETANI TINGKATKAN PRODUKSI

MedanBisnis – Medan. Bank Indonesia (BI) Medan berkomitmen untuk mendukung petani di Sumatera Utara (Sumut) melalui pemberian bantuan Bank Indonesia Social Responsibility (BSR). Komitmen ini juga sebagai bentuk kepedulian BI guna meningkatkan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut.
“Sumut termasuk daerah agribisnis yang potensial. BI juga melihat, daerah ini masih banyak menyimpan produk-produk pertanian yang berpeluang besar di pasar ekspor. Makanya BI pun berkomitmen untuk mendukung petani di Sumut,” ujar Kepala Bidang Moneter dan Ekonomi BI Kantor Regional Sumut dan Aceh, Mikael Budisatrio, usai penyerahan bantuan BSR 2011 kepada tiga klaster petani Sumut, pada Rakorwil Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbagut, di Gedung BI Medan, Kamis (17/11).

Dukungan ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan produksi sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut maupun ekspor. Tiga klaster yang menerima bantuan BSR 2011 yakni Klaster Mina yang terdapat di Busuka Uluna Desa Batu Karang Kabupaten Karo, KUD Mitra Sepakat Desa Limau Mungkur Kabupaten Deliserdang. “Untuk klaster ini, bantuan yang diberikan berupa mesin pelet, mesin chopper tepung atau jagung dan oven pengering ikan asap,” kata Mikael.

Sementara untuk klaster kedua yakni klaster sapi di Desa Jeraya Kabupaten Karo, Bina Tani Desa Suka Tiga Panah Kabupaten Karo, Rehna La Tersia Desa Gundaling Kabupaten Karo, Desa Siumbut-umbut Kabupaten Asahan, Kelompok Ternak Suka Jadi Desa Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Pemberian bantuan untuk klaster ini berupa pengadaan sapi, pengadaan kelinci dan kandang, timbang sapi, dan mesin chopper sawit.

“Klaster ketiga adalah hortikultura yang diberikan kepada Gapoktan Terpuk Sisiwa di Desa Suka Kabupaten Karo, Singgah Mata di Desa Batu Karang Kabupaten Karo, Payapaku di Tiga Panah Karo, dan Kelompok Tani Jaya di Desa Jeraya Kabupaten Karo. Klaster ini merupakan binaan yang paling diunggulkan untuk bisa menaikkan produksi karena Karo memang daerah agribisnis yang cukup potensial,” jelas Mikael.

Bantuan yang diberikan berupa screen house untuk penangkaran kentang, mesin jetor/hand tractor lahan basah, screen house untuk budidaya cabai, saprodi pertanian cabai, oven/pengering cabai, mesin jetor lahan kering dan jet pump.

Menurut Mikael, dana bantuan BSR yang diserahkan tersebut tidak terlalu besar, hanya berkisar Rp 390 juta. Namun yang paling membedakan bantuan ini dari yang lainnya adalah pembinaan yang dilakukan BI secara kontinu. “Jadi dalam sebulan, kita akan monitoring semua perkembangan dari klaster-klaster tersebut. Kita akan melihat sejauh mana keseriusan mereka bekerja dan menggunakan bantuan tersebut untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Jika itu tercapai, bukan hanya petani yang bersangkutan merasakan manfaatnya, tapi juga daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Selain sektor pertanian, bantuan BSR ini juga diberikan berupa buku dan perlengkapan perpustakaan kepada Taman Bacaan Masyarakat Restu Bunda Medan.

Diakui Mikael, pemberian bantuan BSR 2011 ini memang tidak merata ke seluruh daerah di Sumut. Begitupun, pihaknya akan memegang komitmen untuk memberikannya dan berusaha menyalurkannya secara merata terutama untuk daerah-daerah yang masih berpotensi besar dikembangkan, baik sektor pertanian maupun peternakan. ( elvidaris simamora)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *