BBI GABE HUTARAJA TAPUT KEMBANGKAN JAGUNG MAROS

MedanBisnis – Medan. Balai Benih Induk (BBI) Gabe Hutaraja Tapanuli Utara (Taput) sejak bulan Juli mengembangkan komoditas jagung varietas sukma raga, yakni benih kelas pokok atau benih induk pertama yang sering disebut benih jagung maros.
“Benih jagung maros ini didatangkan dari Sulawesi Selatan dan telah ditanam oleh BBI Gabe Hutaraja Taput di lahan seluas 6 hektare,” kata Kepala BBI Gabe Hutaraja Tapanuli Utara, Bonar Sirait, di Kantor Dinas Pertanian Sumut. Selasa (15/11).

Dikatakannya, produksi jagung dewasa ini tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga diperlukan impor, keadaan ini tidak dapat dibiarkan karena merugikan para peternak yang membutuhkan pakan.

“Kami menanam jagung maros karena jagung tersebut dapat menghasilkan produksi yang besar. Bahkan benih jagung tersebut dapat ditanam ulang sampai 3 kali tanam tidak seperti jagung hibrida yang hanya diperuntukan bagi sekali tanam sehingga harus beli lagi. Jadi cukup menghemat biaya produksi petani,” katanya.

Selain itu, kata dia, jagung maros juga tidak sulit perawatannya dan jagung tersebut mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. “Saat ini  jagung memegang peran 51 persen sebagai bahan pokok pembuatan pakan,” jelas Bonar.

Untuk mengatasi impor jagung, maka dicarilah varietas jagung yang dapat berproduksi sampai 8,5 ton per hektare. Dan, untuk memperoleh produksi tersebut, petani harus mengikuti anjuran teknologi budidaya yang direkomendasikan. ( cw 03)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *