PROGRAM SL-PTT BANTU TINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG SIMALUNGUN

MedanBisnis – Simalungun. Adanya program Sekolah Lapang Pengolahan Tanaman Terpadu (SL-PTT) sangat membantu pengembangan jagung di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kabupaten Simalungun. Saat ini, Simalungun salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumut setelah Kabupaten Karo.
“Saat ini, sentra produksi jagung di Sumut adalah Kabupaten Karo seluas 47.686 hektare diikuti Simalungun dan Dairi masing-masing seluas 42.803 hektare dan 26.095 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Simalungun, Amran Sinaga kepada MedanBisnis, di Raya, Jumat (11/11).

Menurutnya, program SL-PTT untuk membina petani mulai dari pembenihan hingga pascapanen. SL-PTT tersebut dilaksanakan di 18 kabupaten/kota di Sumut. Dari program tersebut, tiap kelompok tani mendapatkan bantuan sebesar Rp 2.950.000. Dana tersebut dikembalikan ke negara sementara benih jagung dialokasikan ke daerah lain.

Meskipun produksi jagung di Simalungun terus meningkat, menurut Jemat Sebayang selaku ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (HIPA JAGIN) hal tersebut perlu diimbangi dengan penetapan harga jagung yang adil di tingkat petani. Saat ini, menurutnya petani hanya mendapatkan nilai harga yang rendah sementara harga pakan ternak yang menggunakan bahan jagung terus tinggi.
“Sekarang ini, harga jagung kisaran Rp 2.000-Rp 3.000 per kg. Harga ini masih rendah.

Semestinya harga jagung bisa mengikuti harga internasional untuk meningkatkan pendapatan para petani lokal,” katanya.

Di tingkat internasional, kata dia, harga jagung mencapai Rp 7.000 per kg. “Filipina bisa menetapkan harga jagung dengan harga internasional kenapa kita tidak bisa,” katanya.

Semestinya, kata Jemat pemerintah harus mendorong agar ada kesepahaman dan komitmen antara petani, pebisnis dan pemerintah untuk duduk bersama menentukan harga yang saling menguntungkan. “Kita harus kompak agar harga bisa tinggi, apalagi di bulan Januari mendatang akan ada panen raya jagung di beberapa tempat,” katanya.

Diakui produksi jagung di Sumut cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal itu menjadikan Sumut termasuk dalam 5 besar sebagai produsen jagung di Indonesia. Angka tetap (ATAP) produksi jagung tahun 2006 sebanyak 682.264 ton. Kemudian meningkat pada 2007 menjadi 805.323 ton, tahun 2008 sebanyak 804.850 ton, tahun 2009 sebanyak 1.167264 ton dan tahun 2010 sebanyak 1.578.420 ton. “Sementara angka ramalam (ARAM) tahun 2011 produksi jagung Sumut sebesar 1.240.529 ton,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT DuPont di Simalungun, Jamerson Saragih, mengatakan dalam rangka pembudidayaan jagung di Simalungun, petani sudah semakin jeli dalam penggunaan teknologi khususnya dalam perbenihan. Karena itu, lanjutnya, produsen benih seperti DuPont akan memberikan produk-produk terbaik bagi keberlangsungan pertanian jagung di Simalungun. ( jannes silaban)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *