GETAH KUNING MEMBUAT MANGGIS TAK BISA DIEKSPOR

MedanBisnis – Medan. Manggis merupakan komoditas buah yang memiliki prospek pasar sangat cerah, terutama untuk pasar ekspor. Namun adanya getah kuning pada manggis membuat rendahnya kualitas. Hal itu pula yang membuat manggis tidak bisa diekspor karena tak memenuhi standar ekspor.
Peneliti Madya Bidang Hortikultura Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut, Palmarum Nainggolan, kepada MedanBisnis, Kamis (10/11), mengatakan, nilai ekspor manggis memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor buah-buahan, mencapai lebih dari 30%. Namun dari total produksi yang dihasilkan hanya 10% sampai 20% saja buah yang layak ekspor karena kualitas yang rendah dan tidak memenuhi standar ekspor.

“Adanya getah kuning pada manggis menyebabkan rasa tidak enak dan penampilan kurang menarik sehingga tidak layak untuk diekspor. Getah kuning pada manggis yang terjadi pada kulit dan atau daging buah dapat mencapai 30%-50% per pohon,” jelas Nainggolan.

Penyebab keluarnya getah kuning pada manggis, menurut dia, hingga kini belum diketahui persis sehingga sulit untuk mengendalikannya. “Dari hasil penelitian yang selama ini dilakukan, getah kuning pada manggis terjadi karena gangguan mekanis seperti tusukan, gigitan serangga, benturan dan lainnya. Selain itu pengaruh curah hujan juga penyebab timbulnya getah kuning pada buah manggis,” terangnya.

Menurut observasi yang mereka lakukan bersama timnya, diperoleh hasil bahwa fluktuasi kadar air dalam tanah berpengaruh terhadap munculnya getah kuning. Semakin ekstrem perubahan kadar air selama masa perkembangan buah, maka getah kuning meningkat signifikan dan sebaliknya.

Karena itu, untuk mencegah adanya getah kuning yakni dengan cara mengadakan alat irigasi tetes. Menurutnya, irigasi tetes dapat mengendalikan getah kuning dengan menstabilkan fluktuasi kadar air di dalam tanah selama tanaman berada dalam fase perkembangan buah. Namun permasalahannya sekarang yakni dana untuk mengadakan alat irigasi tetes tidak memadai, untuk membuat alat irigasi tetes tersebut biayanya cukup besar. (cw 03)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *