PRODUKSI RENDAH, KACANG TANAH IMPOR KUASAI PASAR

MedanBisnis – Medan. Kacang tanah impor asal India masih terus mengusai pasar di Kota Medan menyusul pasokan kacang tanah lokal yang terus menurun dalam dua bulan terakhir. Pantauan MedanBisnis di Pusat Pasar dan Pasar Petisah, sebagian besar pedagang menjual kacang tanah impor kira-kira 80% lebih banyak dari kacang lokal.
“Pasokan kacang lokal sangat minim, apalagi kualitasnya kurang bagus, sehingga konsumen masih meminati kacang tanah impor,” kata Rawin, salah satu pedagang di Pusar Pasar Medan, Kamis (10/11).

Disebutkannya, dalam sepekan dia biasa memasok kacang tanah sebanyak 150 kg. Kacang tanah lokal hanya sebanyak 25 kg dari jumlah itu, sisanya kacang tanah impor yang dia pasok dari distributor yang ada di Kota Medan.

Sementara itu, salah satu padagang di Pasar Petisah, Nita mengatakan, hingga saat ini permintaan konsumen sedikit mengalami kenaikan. “Permintaan konsumen meningkat dalam pekan ini, kira-kira 5%,” katanya.

Dengan keadaan yang demikian, karena pasokan kacang lokal agak minim, pihaknya terpaksa memasok kacang tanah impor untuk memenuhi permintaan. “Lagian, kualitas kacang tanah lokal kurang bagus, sehingga peningkatan permintaan terjadi pada kacang impor,”ungkapnya.

Sementara itu, Kasie Bidang Data dan Perumusan Program Dinas Pertanian (Distan) Sumatera Utara (Sumut) Lusyantini mengatakan, kurangnya pasokan kacang tanah lokal tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh produksi kacang tanah di Sumut yang menurun.

“Berdasarkan angka ramalan (aram) III, produksi kacang tanah di Sumut tahun ini diprediksi mencapai 10.550 ton per tahun,” kata Lusi saat ditemui di tempat kerjanya.

Angka tersebut turun jika dibanding dengan aram II yang produksinya mencapai 12.110 ton. Produktivitas kacang lokal juga mengalami penurunan. Jika aram II produktivitasnya mencapai 10,61 kuintal per hektare, kini berdasarkan aram III, produktivitas kacang tanah Sumut turun menjadi 10,17 kuintal per hektare.

Dia mengatakan, penurunan produksi tersebut disebabkan saat ini telah memasuki musim hujan sehingga ada sebagian petani yang menanam tanaman lain pada areal yang sebelum nya ditanam kacang tanah, seperti jagung dan singkong. ( daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *