PEMIMPIN BI SIBOLGA: POTENSI KARET TAPTENG CUKUP BESAR

MedanBisnis – Pandan. Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Sibolga Muhamad Nur mengungkapkan, Bank Indonesia Sibolga siap memfasilitasi petani karet di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk memeroleh bantuan modal dari bank. Soalnya, potensi produktifitas karet di Tapteng cukup besar dan pelaku usaha dibidang itu juga cukup banyak. Kalau potensi ini sudah diberdayakan, kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat petani akan meningkat sehingga dapat menekan angka pengangguran di Tapteng.
“Apa yang kita lihat dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa petani karet kita di sini masih banyak yang mengusahakannya secara tradisional. Mulai dari pola tanam, perawatan hingga proses penyadapan getah karet. Hal itu terlihat dari jarak tanam yang dibuat petani tidak sama dengan yang dibuat perusahaan perkebunan karet,” sebut Muhamad Nur kepada MedanBisnis, di sela acara seminar optimalisasi produktifitas karet dan peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam membangun Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Ballroom Hotel Bumi Asih Pandan, Selasa (8/11).

Muhamad Nur berharap, melalui kegiatan tersebut, petani di Tapteng dapat memperbaiki cara kerjanya demi meningkatkan produksi getah yang dikelola petani. Selain itu, juga diharapkan terbuka hubungan yang baik antara petani karet dengan pihak perbankan dalam rangka memeroleh suntikan modal.

“Suku bunga yang ditetapkan bank konvensional melalui pembiayaan kredit untuk pertanian sangat rendah sekitar 9 persen. Namun, tetapi semua itu tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan harus melalui kriteria, prosedur atau mekanisme yang ada di bank. Sebab, dana yang dikelola perbankan adalah dana masyarakat dan harus dikembalikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, masih banyak hal yang belum dapat dipenuhi oleh petani terkait kriteria untuk memeroleh pinjaman/kredit dari Bank. “Maka itu, kita menginginkan dibentuk semacam suatu kelembagaan, kelompok atau koperasi. Artinya, dalam hal ini juga, kita melatih dan mendidik masyarakat bahwa berusaha itu harus ada hitung-hitungannya. Di mana program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah disiapkan oleh pemerintah harus dapat dikembalikan, karena kredit itu bukan pemberian uang yang cuma-cuma (bahasa batak = jambar),” ungkapnya.

Guna memeroleh KUR di Bank, sambung Muhamad Nur, petani hanya perlu membentuk kelompok yang mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat dan kelompoknya diterbitkan oleh dinas terkait.

Hasilkan Rp 34 Miliar per Bulan
Tree Crop Scientist dari Balai Penelitian Sungai Putih, Deliserdang, Tumpal HS Siregar mengungkapkan, nilai produksi getah karet dari pertanaman karet rakyat (tradisional) di Kabupaten Tapteng cukup besar hingga mencapai Rp 34 miliar per bulan.

Angka ini merupakan raihan terbesar dari seluruh daerah di Sumatera Utara (Sumut), sehingga bisa menjadi potensi besar bagi daerah. Kekuatan hasil produksi Rp 34 miliar per bulan ini murni hasil rakyat yang masih menggunakan teknologi sederhana (tradisional) dibanding daerah lain yang ada perusahaan perkebunan karetnya.

Guna meningkatkan hasil produksi pertanian karet petani di Tapteng, kata Tumpal, perlu diajarkan sistim managemen baru kepada petani melalui pelatihan teknik perawatan dan penyadapan getah yang benar, hingga tahapan replanting (peremajaan).

Sehingga, produksi getah di Tapteng dari perolehan 800 kg karet kering bisa naik menjadi 1.000 kg lebih karet kering per hektare per tahun dalam jangka waktu sekitar 3-4 tahun ke depan.”Untuk meningkatkanproduksi tersebut, petani harus menguasai program yang jelas terkait sistim managerialnya,” jelasnya.

Yang pertama kata dia, adalah membuat program jangka pendek berupa tata cara penyadapan yang benar untuk mendongkrak produksi. Kemudian program jangka menengah, yakni, perlunya replanting (peremajaan) tanaman karet tersebut, karena pohon karet juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dijual untuk dimanfaatan sebagai bahan baku pembuatan barang-barang mebel.

Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bagus, karena bersentuhan secara langsung kepada kepentingan rakyat petani di Tapteng. Mudah-mudahan di masa mendatang, tingkat perekonomian masyarakat petani karet Tapteng dapat tumbuh dan berkembang menuju masyarakat yang sejahtera,” ucap Bonaran. ( juniwan)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *