LP3N SUMUT BANTU PETANI MADINA BENIH PADI UNGGUL

MedanBisnis – Panyabungan. Untuk mewujudkan daerah swasembada beras di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Lembaga Pemuda Peduli Petani dan Nelayan Propinsi Sumatera Utara (LP3N Sumut) menggelar seminar ketahanan pangan.
Seminar yang dirangkai dengan pemberian benih padi unggul sebanyak 700 kg kepada petani di Madina ini berlangsung di Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Selasa (8/11).

Ketua LP3N Sumut Ahmad Dahlan Lubis kepada MedanBisnis, Rabu (9/11) di Panyabungan, mengatakan, seminar dan pemberian bantuan ini merupakan salah satu upaya menjawab krisis pangan yang terjadi saat ini. Dimana hari demi hari negeri ini terus mengalami kemerosotan di bidang ketahanan pangan. Padahal Indonesia dikenal dengan negara agraris dan memilik tanah yang subur, ironisnya sebagian besar rakyat Indonesia yang nota benenya sebagai petani masih hidup di bawah garis kemiskinan.

“Indonesia sekarang sudah tidak memiliki kedaulatan atas pangannya sendiri karena tahun demi tahun ketergantungan pangan Indonesia terhadap negara luar semakin tinggi. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan tidak mustahil tahun-tahun mendatang bahaya kelaparan akan mengintai negeri ini,”  katanya.

Untuk itulah kata Dahlan yang didampingi Bendahara Agussalam Nasution, Ketua Panitia Ahmad Rijal, LP3N Sumut melaksanakan seminar mengenai ketahanan pangan di Madina serta memberikan bantuan benih unggul agar petani lebih termotivasi meningkatkan produksi pangannya melalui areal pertanian yang ada.

Agussalam menambahkan, krisis pangan nasional yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997 semakin diperparah oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang cenderung bersifat kapitalis dan liberalis yang mengakibatkan Negara telah dikooptasi menjadi antek perdagangan bebas.

Menurut Salam yang juga sebaga pemateri dalam acara seminar itu, dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian maka sangat dibutuhkan adanya kebijakan pemerintah yang berorientasi kerakyatan. Pelimpahan wewenang dari pusat ke daerah dibidang pertanian semestinya menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian berbasis lokal sesuai dengan potensi daerah itu sendiri.

Tetapi yang menjadi masalah kata dia, adalah bahwa legislator  di daerah kurang memiliki sumber daya manusia  yang konsern dalam bidang pertanian. Padahal para legislator daerah itulah yang bersentuhan langsung dengan pertanian rakyat.

Dalam seminar itu lanjut Salam, pihaknya membuat beberapa rekomendasi  supaya pemerintah menghentikan privatisasi sumber-sumber kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, menghentikan liberalisasi ekonomi khususnya di sektor pangan serta membuat regulasi yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dengan begitu, pemerintah menetapkan harga dasar pangan yang menguntungkan petani atau memberikan intensif harga kepada petani komoditas pangan jika terjadi fluktuasi harga, serta menumbuhkan pusat-pusat perekonomian yang menyediakan hasil pertanian rakyat. ( zamharir rangkuti)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *