PTPN2 LAKUKAN TANAMAN PERCOBAAN TEMBAKAU DELI DI LUAR MUSIM

MedanBisnis – Medan. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2 di Sumatera Utara (Sumut) melakukan tanaman percobaan komoditas tembakau deli di luar musim seluas 5 hektare di Kebun Sei Semayang Deliserdang. Hal ini sebagai upaya pengembangan komoditas dalam memenuhi permintaan pasar luar.
Manager Distrik Tembakau PTPN 2, Bambang Sutrisno, mengatakan, biasanya pertanaman tembakau deli dilakukan pada Januari hingga Maret atau saat curah hujan sedikit. Namun, dengan percobaan ini manajemen melakukan tanaman di luar musim untuk meminimalisirkan perubahan iklim.

“Perubahan iklim memang sangat banyak mempengaruhi produktivitas tanaman. Apalagi tanaman ini ibarat merawat bayi yang butuh perhatian secara khusus,” ujarnya kepada MedanBisnis, Selasa (8/11).

Dikatakannya, dengan perubahan iklim yang terjadi ini membuat cuaca tidak dapat diprediksi sehingga mengganggu produktivitas tanaman. Tidak seperti dulu, diperkirakan jika awal tahun hingga April curah hujan lebih sedikit dan bulan-bulan selanjutnya terjadi musim hujan. “Jadi kalau percobaan ini berhasil, berarti tanaman bisa dilakukan di atas akhir April,” ucapnya.

Pada tanaman percobaan ini, jelas Bambang, karena tidak sesuai dengan musim tanam maka lebih diperhatikan dari segi serangan hama dan penyakit serta pemakaian pestisidanya, seperti menggunakan kelambu dan bahan-bahan organik agar daun yang dihasilkan tidak mudah pecah.
“Biasanya tanaman tembakau deli ditanam saat hujan kecil. Tapi kita coba sekarang. Untuk tingkat keberhasilannya, kita tidak bisa prediksi karena ini adalah percobaan. Jika gagal, maka tidak akan dilanjutkan,” jelasnya.

Tanaman tembakau ini, diakuinya tidak bisa dikembangkan karena terbatas areal. Namun begitupun, pihak manajemen tidak lagi berfokus pada peningkatan produksi tapi menjadikan komoditas eksklusif sehingga memiliki nilai jual tinggi.

“Tembakau kan tidak lagi jadi komoditas unggulan kita, tapi tetap dijaga karena peninggalan sejarah. Produksi memang tetap ditingkatkan, tapi tetap mengutamakan kualitas dan jadikan produk eksklusif,” ungkapnya.

Dia mengatakan produksi tembakau deli dari hasil tanam 2010 yang dipasarkan tahun ini sebanyak 759 ball ditambah lagi dengan jumlah tembakau untuk penjualan langsung. Sedangkan dari tanam 2011, katanya, ditargetkan panen untuk lelang sebanyak 864 ton ditambah lagi produksi penjualan langsung ke Eropa mencapai 105 ton, ke Amerika Serikat sebanyak 450 ton dan pemasaran tembakau ke Malaysia sebanyak 450 ton.”Semua produksi ini untuk dipasarkan tahun depan baik dilelang atau penjualan langsung,” imbuh Bambang.

Saat ini, kata Bambang, tembakau sudah berada di gudang fermentasi dan siap untuk diolah. Sementara pertanaman tembakau di tahun 2012, ditargetkan seluas 650 hingga 700 ladang dengan perkiraan hasil mencapai sekitar 1.500-1.600 ball.

Sementara hasil pelelangan langsung tahun 2011, tambahnya telah habis terjual sebanyak 1.100 ball atau sekitar 80.300 kg ke pasar Eropa dan sudah dikirim ke masing-masing industri yang memesannya di sana. “Penjualan yang langsung dilakukan di Indonesia sejak tahun ini, membawa dampak positif dengan kenaikan harga jual  menjadi 38,3 Euro per kg dari sebelumnya hanya 26 Euro per kg,” pungkas Bambang. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *