PERMINTAAN SAYURAN TERUS TINGGI

MedanBisnis – Medan. Dalam beberapa hari terakhir, permintaan sayuran di pasaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kenaikan permintaan konsumen tersebut seiring dengan meningkatnya kebutuhan sayur masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
“Kira-kira terjadi peningkatan hingga 40% dari biasanya, kemungkinan besar karena kebutuhan masyarakat yang terus mengalami peningkatan,” kata Rosmalia, salah satu pedagang di Pusat Pasar Medan, Selasa (8/11).

Peningkatan permintaan tersebut menyebabkan omset pedagang di sana ikut terkerek naik. Apalagi saat ini pasokan sebagian besar sayuran yang dijual di sana cukup lancar, meski ada juga sebagian sayuran seperti tomat dan cabai yang pasokannya sedikit mengalami hambatan.

Selain itu, peningkatan permintaan tersebut memicu padagang di sana untuk memasok sayuran dalam jumlah yang lebih banyak lagi untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. “Beruntung pasokan lancar sehingga penambahan pasokan dari sentra penghasil sayuran tidak mengalami kendala,” katanya.

Kini, dengan permintaan yang naik signifkan tersebut, harga sayuran di pasaran belum mengalami kenaikan dua pekan terakhir seperti sawi putih dijual dengan harga Rp 5.000 per kg, kol Rp 5.000 per kg, terong Rp 4.000 per kg, kembang kol Rp 8.000 per kg, brokoli Rp 8.000 per kg, lobak Rp 6.000 per kg dan wortel masih dijual dengan harga Rp 10.000 per kg.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Petisah, Debora mengatakan, diantara sayuran-sayuran tersebut hanya cabai dan tomat yang mengalami kenaikan karena hingga saat ini pasokan yang masuk masih sangat minim. “Itupun pasokan baru masuk hari ini,” katanya.

Saat ini, tomat dijual dengan harga Rp 10.000 per kg atau naik dari harga sebelumnya yang dijual dengan harga Rp 8.000 per kg. Sedangkan cabai merah dijual dengan harga Rp48.000 per kg naik dari harga sebelumnya Rp 40.000 per kg.

Dia mangatakan, dengan adanya peningkatan permintaan seperti sekarang ini, pihaknya bisa menjual 30% lebih banyak sayuran dari biasanya. Hal tersebut juga membuat penjulan sayuran kian bergairah karena sayuran tidak membusuk lantaran cepat laku sehingga tidak perlu di simpan dalam waktu lama. “Biasanya stok sayuran ada yang tak terjual selama empat hari sehingga banyak yang mengalami pembusukan, sekarang yang busuk memang ada tapi lebih sedikit sehingga kami lebih untung,” ungkapnya. ( daniel pekuwali)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *