DARI DANA PUAP, GAPOKTAN LANGKAT RAUP LABA RP 729 JUTA LEBIH

MedanBisnis – Stabat.  Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kinerja ekonomi petani di perdesaan. Dari kegiatan itu, Gapoktan penerima di Kabupaten Langkat mampu menunjukkan peningkatan pengelolaan PUAP-nya.
Dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu dimulai TA 2008–2010, ke 84 Gapoktan penerima PUAP di Langkat, mampu mendapatkan pendapatan (laba) pengelolaan dari dana PUAP sebesar Rp 729 juta lebih.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Langkat, H Basrah Daulay melalui Kabid Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian Langkat, Nur Supandi, kepada MedanBisnis, Selasa (8/11) di Stabat.

Dikatakan Supandi, peningkatan ekonomi petani dari pemanfaatan dana PUAP itu, sudah nampak bertumbuh, sehingga mereka (Gapoktan) dapat mengelola dana pokok yang disalurkan dari kegiatan program PUAP tersebut. Misalnya, tahun 2008 lalu, pemerintah pusat sudah mengucurkan dana PUAP untuk Kabupaten Langkat untuk 35 Gapoktan dengan dana pokok diterima secara global sebesar Rp 3,5 miliar, dengan masing-masing Gapoktan menerima dana sebesar Rp 100.000.000.

“Hingga  akhir Juli 2011, Gapoktan itu sudah memiliki modal akhir Rp 3,7 miliar lebih, atau hingga akhir Juni 2011, Gapoktan tersebut sudah mendapatkan pendapatan (laba) sebesar Rp267 juta lebih,” ucap Supandi.

Sementara pada 2009, Langkat juga menerima bantuan dana PUAP sebesar Rp2,7 miliar, yang diperuntukkan kepada 27 Gapoktan terpilih. Dari bantuan tersebut, hingga akhir Juli 2011, Gapoktan itu sudah memiliki modal akhir sebesar Rp 2,9 miliar lebih, atau tercatat hingga akhir Juli 2011, Gapoktan itu mendapatkan laba sebesar Rp 287 juta lebih.

Sedangkan pada 2010, 22 Gapoktan Langkat yang belum menerima dana PUAP, kembali menerima dana PUAP sebesar Rp 2,2 miliar. Dari modal pokok Rp 2,2 miliar, tercatat hingga Juli 2011, Gapoktan tersebut sudah memiliki modal akhir Rp 2,3 miliar lebih, atau di akhir Juli 2011, Gapoktan tersebut mendapat laba dari pengelolaan PUAP sebesar Rp 174 juta lebih. (reza fahlevi)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *