SABAR GINTING : JANGAN PERSULIT INVESTOR

Kutalimbaru, (Analisa). Kabupaten Deliserdang tidak akan maju bila pola kerja yang diterapkan Pemerintah terutama Dinas Cipta Karya dan Pertambangan tidak proaktif dengan mempersulit izin bagi investor. Seharusnya Pemkab Deliserdang berupaya menarik simpatik para investor agar mau berinvestasi karena akan memberikan manfaat bagi daerah tersebut.
Demikian dikatakan Ketua Tim Reses DPRD Deliserdang asal daerah pemilihan (Dapil) VI H Sabar Ginting SE beranggotakan Berngap Sembiring, Maya Shinta Sianturi, Setiawan Sembiring, Reki Nelson J Barus, Mester Sembiring, Timur Sitepu saat turun langsung melihat berbagai proyek APBD tahun anggaran 2011 di Kecamatan Kutalimbaru, Kamis (3/11).

Dalam reses tersebut tim menemukan perusahaan yang sudah beroperasi PT Charoen Pokphan Jaya Farm (CPJF) di Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru namun belum memiliki berbagai izin yang diperkirakan mengakibatkan kerugian bagi negara miliaran rupiah.

Perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam tersebut berdiri megah di atas areal lahan seluas 36 hektar dengan berbagai bangunannya serta melakukan aktivitas penambangan material yang belum mengantongi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) sehingga merugikan negara miliaran rupiah.

“Pemkab sibuk beralasan tidak ada dana untuk membangun infrastruktur, tapi sumber pemasukan bagi PAD bernilai miliaran dibiarkan begitu saja di Kutalimbaru” tandasnya,

Seharusnya, papar Politisi dari PAN ini, Pemkab Deliserdang melalui Dinas Cipta Karya dan Pertambangan bisa bekerja secara proaktif untuk meningkatkan PAD termasuk salah satunya melalui PT CPJF yang sampai kini belum membayar pajak.

Masih Dipersulit

Kekecewaan DPRD Deliserdang khususnya asal Dapil VI kepada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan semakin bertambah setelah mengetahui informasi dari pihak PT CPJF melalui HRD Selamat Riyadi yang turut didampingi Bagian Personalia Daniel dan Bagian Legal Perusahaan Eko Setiono, bahwa pihaknya sudah berupaya mengurus izin kepada Pemkab Deliserdang tapi sampai kini masih dipersulit dengan belum dikeluarkannya izin.

Diduga karena belum adanya ‘deal-deal’ antara pihak perusahaan dengan Pemkab Deliserdang menyebabkan izin yang diurus belum juga dikeluarkan meski perusahaan tersebut sudah beroperasi.

“Apa itu maksudnya belum adanya deal-deal. Kalau seperti itulah pola kerja Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, Deliserdang tidak akan maju-maju. Seharusnya ditarik investor ke Deliserdang, bukan makin dipersulit seperti itu” tandasnya.

Sabar menilai, dari pengakuan pihak PT CPJF sudah ada itikad baik mereka untuk membayar pajak yang menjadi ketentuan untuk mengurus izin sesuai peraturan, tapi kenapa justeru pihak Pemkab Deliserdang yang belum mengeluarkan izinnya. Akibatnya, sumber pemasukan bagi PAD Deliserdang menjadi ‘hangus’ disebabkan pola kerja dinas terkait.

“Mereka sudah bagus ada kemauan untuk membayar kewajiban mereka. Janganlah dipersulit. Kan yang rugi Deliserdang sendiri karena PAD-nya gak masuk ke kas daerah” pungkasnya.

Salahkan

Namun demikian, tim reses juga tetap menyalahkan pihak perusahaan yang membangun berbagai fisik bangunan sebelum mendapatkan izin. Seharusnya, bangunan-bangunan yang berpotensi menjadi pemasukan PAD bernilai miliaran rupiah tersebut didirikan setelah mendapatkan izin.

“Kita tetap juga salahkan pihak perusahaan, Kenapa membangun sebelum dapat izin, Kalau pun terkendala, semestinya datangi dulu dewan dan sampaikan permasalahannya sehingga bisa ditelusuri dimana sangkutnya izin yang sudah diajukan tersebut.

Terkait masalah ini ungkap Sabar, DPRD akan memanggil Dinas Cipta Karya dan Pertambangan guna menanyakan secara langsung serta menelusuri sebab kendala izin mereka tidak dikeluarkan agar PAD bisa menjadi pemasukan bagi kas daerah.

Selain itu, DPRD juga akan mempertanyakan temuan lainnya yakni, terkait pembangunan Pasar Layang dan Rehabilitasi Puskesmas di Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu yang belum dikerjakan jelang tutup anggaran tahun 2011. Sebab, pengesahannya sudah dilakukan DPRD Deliserdang sejak Desember 2010 lalu. (ak)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *