AIR ISI ULANG RENTAN BERKUMAN

MEDAN – Ikatan Dokter Indonesia tidak bisa menjamin higienitas kualitas air di depot air isi ulang yang kini menjamur di tengah masyarakat. Pasalnya, belum ada penelitian yang dilakukan terhadap depot air isi ulang tersebut. Namun, kata  Sekjen Pengurus Besar IDI, Fauzi Masjhur, secara kedokteran air isi ulang itu sangat rentan terinfeksi oleh kuman.

“Terinfeksi kumannya sangat tinggi, tapi ini menyangkut penelitian lagi, apakah higienitas atau tidak. Untuk itu, kami juga akan melakukan penelitian terhadap depot isi ulang itu untuk mengetahui sejauh mana higienitas,” kata Fauzi saat temupers usai Simposium tentang peranan air bagi kesehatan, Sabtu.
join_facebookjoin_twitter

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IDI Medan Ramlan Sitompul, menambahkan, terkait keberadaan depot air isi ulang ini, institusi terkait seperti Dinkes Medan sering turun ke lapangan dan mengecek Depot air isi ulang tersebut. “Ini dilakukan apakah depot-depot tersebut sudah melakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ini dilakukan, lanjutnya, untuk masyarakat itu sendiri, karena jika tidak higienis maka merugikan masyarakat. Namun, diungkapkan Dr Ramlan Sitompul, ciri-ciri air yang aman dikonsumsi adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung zat berbahaya, dan tidak mengandung cemaran pestisida, jamur dan bahan lain yang membahayakan tubuh.

“Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum (water borne disease), dimana air minum tersebut bila mengandung kuman patogen terminum oleh manusia maka dapat terjadi penyakit. Di antara penyakit tersebut adalah cholera, penyakit typhoid, penyakit Hepatitis Infektiosa, penyakit Dysentri dan Gastroenteritis,” ungkapnya.

Dalam symposium tersebut, Fauzi Masjhur menuturkan, air merupakan zat gizi esensial untuk hidup sehat dan aktif serta merupakan komponen utama dalam gizi seimbang. Air yang dalam seharinya dibutuhkan lebih dari 2 liter diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya terutama untuk mengatur proses kehidupan.

“Namun, penyampaian pesan untuk minum air yang aman dan dalam jumlah yang cukup setiap hari seringkali terabaikan.  Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengadakan symposium hidrasi dan kesehatan ini,” katanya.

Dikatakannya, air adalah komponen tubuh yang utama, 70 persen dari tubuh terdiri dari air, sehingga sangat penting fungsi air untuk kesehatan dan performa tubuh.

Berdasarkan penelitian The Indonesian Hydration Study (THIRST) yang melakukan pemeriksaan urin rutin terhadap 1200 sampel dewasa dan remaja di enam kota Indonesia, sekitar separuh orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan.

Dia mengatakan, air berguna sebagai pelarut berbagai partikel termasuk zat gizi agar berfungsi dengan baik dalam sel dan jaringan tubuh. Air diperlukan untuk melembabkan jaringan mulut, mata dan hidung, melindungi organ dan jaringan tubuh, membantu melarutkan mineral dan zat gizi lainnya sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

“Salah satu masalah yang sering timbul akibatnya kurangnya asupan cairan adalah masalah dehidrasi yakni kondisi jumlah air dalam tubuh tidak mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubuh secara normal.”

Sementara itu, Parlindungan Siregar, ahli ginjal hipertensi dari Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada kesempatan yang sama mengungkapkan, bila tubuh tidak mendapat cukup air, maka tubuh akan berusaha mempertahankan fungsi tubuh walaupun dengan kapasitas yang lebih rendah.

Salah satu contoh tubuh tetap mempertahankan fungsi tubuh pada ketidak cukupan air adalah tubuh akan menurunkan pengeluaran urin. “Hal ini berarti urin menjadi lebih pekat dan selanjutnya berdampak terbentuknya batu ginjal,” katanya.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *