SERAPAN BENIH KEDELAI SL PTT BARU CAPAI 75%

MedanBisnis – Medan. Serapan benih kedelai program bantuan langsung benih unggul Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (BLBU SL-PTT) ke masyarakat baru tersalurkan 75 %. Minat petani untuk menanam kedelai masih kurang dibandingkan tanaman  lain. Padahal, berapapun diminta petani, benih selalu tersedia.
A Sulayman, selaku Kepala Bidang Budidaya kacang-kacangan dan Umbi-umbian Dinas Pertanian Sumut, sampai 15 Oktober, dari target 5.400 hektare, yang tersalurkan baru seluas 3.426 hektare. Padahal, untuk lahan seluas itu, semestinya 216.000 kg tersalurkan, namun realisasinya baru 137.040 kg. “Masih 1.974 hektare, yang belum. Sedangkan benih yang tersisa sebanyak 78.960 kg,” katanya kepada MedanBisnis, belum lama di Medan.

Sampai saat ini, kata dia, benih tersebut baru sepenuhnya tersalurkan ke Kabupaten Asahan sebanyak 3.040 kg, untuk lahan seluas 76 hektare, disusul Kabupaten Langkat sebanyak 18.400 kg untuk lahan seluas 460 hektare, Mandailing Natal 12.000 kg untuk lahan seluas 300 hektare, Simalungun 20.000 kg untuk lahan seluas 500 hektare dan Tapanuli Selatan sebanyak 20.000 kg untuk lahan seluas 500 hektare.

Kemudian Padang Lawas sebanyak 20.000 kg untuk lahan seluas 500 hektare, Labuhan Batu Utara 16.000 kg untuk lahan seluas 400 hektare. Sementara Kabupaten Batubara baru terealisasi 57 % yakni 6.800 kg untuk lahan seluas 170 hektare dari semestinya 12.000 kg untuk lahan seluas 300 hektare.

Begitu juga dengan Kabupaten Padang Lawas Utara baru tersalurkan 78%, yakni 20.800 kg untuk lahan seluas 520 hektare, dari semestinya 26.560 kg untuk lahan seluas 664 hektare. “Minat masyarakat untuk menanam kedelai masih rendah selain sekarang ini bukan masa tanam untuk kedelai,” katanya.

Rendahnya minat tanam petani juga disebabkan harga kedelai yang fluktuatif membuat petani enggan berspekulasi. Di samping itu, anomali iklim saat ini tidak cocok untuk bertanam kedelai. “Saat ini, petani lebih memilih menanam kacang daripada kedelai. Bukan apa-apa, menanam kedelai lebih repot daripada menanam kacang,” ujarnya.

Bahkan, dikatakannya, saat ini untuk Kabupaten Deliserdang dan Serdang Bedagai belum bergerak untuk menanam. Dijelaskannya, masa pertanaman kedelai biasanya pada bulan Januari sampai Maret. Di luar bulan-bulan tersebut, petani tidak akan mau menanam. “Padahal, pada prinsipnya berapa pun permintaan benih, kita siap berikan, sayangnya tidak ada yang minta,” katanya lagi. (cw 02)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *