LIMA DUSUN TOBASA GUNAKAN LISTRIK TENAGA SURYA

TOBASA – Lima dusun yang belum memiliki aliran listrik di Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara akan memperoleh bantuan program listrik tenaga surya dari manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan III.

“Kelima dusun yang akan mendapat layanan listrik tenaga surya tersebut, yakni dusun Dolok Nauli, Ambacang, Natumikka, Sibargot dan dusun Parduaan,” kata Manajer Proyek PLTA Asahan III, Robert Aprianto Purba di Batumamak, hari ini.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan kepada sejumlah rumah warga yang belum berlistrik itu, mengingat jarak dusun dimaksud cukup jauh dari jangkauan jaringan listrik PLN.

Menurut dia program listrik tenaga surya itu masih dalam pembahasan di PLN pusat dan diharapkan dapat disetujui hingga terealisasi pada tahun 2011 ini.

Disebutkannya, masyarakat di lima dusun itu akan menjadi pelanggan PLN dengan memperhitungkan biaya penerangan lampu teplok atau petromaks sama seperti warga menggunakan minyak tanah dan jika hasilnya dibandingkan serupa dengan pemakaian tiga titik lampu listrik tenaga surya.

Untuk itu, kata Robert, pihaknya akan bekerja sama dengan PLN wilayah Sumatera Utara Cabang Sibolga Ranting Porsea guna melakukan pendataan dan pelayanan pelanggan serta pertemuan lanjutan akan dilakukan, jika program tersebut disetujui PLN pusat.

Selain itu, lanjutnya, PLTA Asahan III juga akan memberikan energi listrik sebesar 10 megawatt guna melayani kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi proyek dengan ketentuan dan tarif yang diberlakukan.

Sebab, kata dia, ketersediaan energi listrik dengan kapasitas terpasang 2 x 87 MW, sebesar 164 megawatt (MW) akan dikirimkan ke Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Simangkuk untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh konsumen di wilayah Sumatera Utara, sedangkan sebesar 10 MW sisanya bagi kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat sekitar lokasi proyek, yakni desa Tangga sampai Meranti Utara dan Porsea hingga ke daerah Pulo Raja di Kisaran Kabupaten Asahan akan dapat dilayani PLTA Asahan III dengan kualitas pelayanan yang lebih baik.

Memang, kata Robert, banyak manfaat langsung yang sudah dirasakan masyarakat di sekitar lokasi proyek, dan saat ini pihaknya sedang berupaya membuat program bina lingkungan ataupun program “Corporate Social Responsibility”.

Proyek pembangkit listrik tenaga air kapasitas terpasang 2 x 87 MW yang terletak di desa Batumamak perbatasan antara Kabupaten Asahan dan Toba Samosir tersebut telah dikerjakan sejak Januari 2011.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *