JAGUNG IMPOR MASIH JADI ANDALAN

MedanBisnis – Belawan. Pengusaha pakan ternak di Sumatera Utara (Sumut) ternyata masih terus mengandalkan jagung impor ketimbang jagung lokal untuk kebutuhan bahan baku pakan. Akibatnya, jagung impor terus “menyerbu” daerah ini.
Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I Cabang Belawan M Azmi Jauhari didampingi stafnya Richa Agnas Girsang kepada MedanBisnis, Jumat (4/11) mengatakan, tahun ini importasi jagung Sumut dipastikan bakal meningkat tajam.

Buktinya, kata Azmi, setelah sembilan bulan pertama (Januari-September) Sumut memasok 95.791 ton jagung impor melalui Pelabuhan Belawan, Oktober lalu Sumut kembali memasok 24.200 ton jagung dari Thailand dan India yang dipasok dalam dua tahap.

Tahap pertama, kata Azmi, kapal MV CMB Liliane berbendera Hongkong keagenan PT Karana Line bersandar di Pelabuhan Belawan, Kamis (15/10) membawa muatan 18.700 ton jagung dari India.

Delapan hari kemudian (23/10), jelas juru bicara pengelola pelabuhan terkemuka di luar Pulau Jawa itu, kapal MV Sang Thai Eagle berbendera Thailand keagenan PT Karana Line sandar di Pelabuhan Belawan mengangkut 5.500 ton jagung dari Bangkok Thailand.

Bulan ini, ungkap Azmi, jagung impor diperkirakan bakal terus membanjiri Sumut. Pasalnya, Jumat (4/11) kapal MV Unicorn Dolpin berbendera Panama keagenan PT Karana Line tiba di dermaga 110 Pelabuhan Belawan bermuatan 5.251 ton jagung dari India.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia Sumut, Jemat Sebayang sebelumnya mengatakan, jagung impor terus masuk Sumut dan diminati pengusaha pakan ternak. Seharusnya, kata Jemat, pengusaha pakan ternak berminat membeli produksi jagung lokal sebagai bentuk dukungan bagi petani. (wismar simanjuntak)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *