IMPOR BERAS MELALUI PELABUHAN BELAWAN NAIK 100%

MedanBisnis – Belawan. Tahun 2011 ini diperkirakan beras impor yang masuk ke Sumatera Utara (Sumut) melalui Pelabuhan Belawan masih cukup besar. Pasalnya, hingga September 2011 impor beras Sumut yang dibongkar di Pelabuhan Belawan sudah mencapai 246.818 ton, padahal pada periode yang sama di tahun 2010, tidak ada impor yang masuk .
“Tahun ini impor beras Sumut yang dilakukan Bulog dan swasta dipastikan meningkat tajam dibanding tahun lalu,” kata Asisten Manajer Hukum dan Humas Pelindo I Cabang Belawan M Azmi Jauhari, di Belawan, Kamis (3/11).

Azmi yang didampingi stafnya Richa Agnas Girsang memaparkan, peningkatan volume ekspor tersebut naik 100%. Pasalnya, pada periode yang sama di tahun 2010 tidak ada kegiatan impor beras dari Vietnam maupun Thailand. Menurut Azmi, selain dipasok oleh BUMN Bulog impor beras Sumut juga ada dilakukan oleh perusahaan swasta.

Humas Bulog Divre Sumut Rusli membenarkan adanya peningkatan ekspor yang cukup tinggi tersebut. Alasannya, setelah kran impor beras dibuka kembali pada Juli 2011, beras impor terus masuk melalui Pelabuhan Belawan. “Namun beras yang masuk tersebut belum tentu didistribusikan di Sumut, namun masuknya tetap dari Sumut karena impor beras dilakukan melalui pelabuhan internasional, termasuk Pelabuhan Belawan. Namun, impor itu kebijakan pemerintah pusat,” katanya, seraya menyebutkan pada tahun 2011 ini, Bulog sudah pernah mendistribusikan beras ke Aceh, Padang dan Riau.

Ketika ditanyakan peningkatan impor tersebut, Rusli mengakui jika sejak November 2010-Maret 2011 Bulog telah mengimpor sekitar 283.000 ton beras. Namun setelahnya, impor beras dihentikan hingga Juni 2011. Setelah kran impor dibuka, lanjutnya, beras impor kembali masuk melalui Pelabuhan Belawan masing-masing 8.400 ton pada September 2011 dan 6.400 ton pada Oktober 2011.

“Sebenarnya masih ada sisa impor sekitar 200 ton dari rencana impor sebanyak 15.000 ton setelah kran impor dibuka. Namun, karena pengadaan beras Bulog adalah nasional, maka kita tidak bisa memastikan berapa yang akan masuk lagi. Bisa saja bertambah, bisa juga berkurang tergantung kebutuhan,” jelasnya.

Disebutkannya, kran impor dibuka karena target pengadaan beras dari petani tidak mencukupi kebutuhan yang ditarget sebanyak 3,2 juta ton pada tahun 2011. Hingga saat ini, katanya, secara nasional pengadaan beras dari petani baru sekitar 1,6 juta ton.

“Di Sumut belum ada pengadaan beras dari petani, karena baik harga gabah kering petani (GKP) maupun beras masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP),” katanya seraya menyebutkan harga rata-rata GKP di Sumut sudah mencapai Rp4.000 per kilogram, sementara HPP hanya Rp 2.640 per kilogram. (wismar simanjuntak/herman)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *