PEDAGANG DIMINTA PAKAI TIMBANGAN LAYAK

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Pematangsiantar mulai mempromosikan  tertib ukur pada para pedagang tradisional. Unit yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara ini mengingatkan agar pedagang tidak memakai alat ukur, takar, dan timbang impor yang sering tidak memiliki segel tanda tera.

Akhir Oktober lalu, UPT Metrologi bekerja sama dengan Pemko Pematangsiantar dalam pemberian timbangan kapasitas 10 kg kepada 310 pelaku usaha di Pasar Dwikora, Siantar Utara. “Ini sebenarnya pendekatan kepada para pedagang agar mulai menggunakan timbangan yang layak,” kata Kepala UPTD Badan Metrologi Pematangsiantar Tanto Kuntoyo, Kamis (3/11).

Menurut Kuntoyo, masih banyak beredar di masyarakat alat ukur, timbangan, takar, dan perlengkapannya yang tidak melalui proses tera dan tera ulang. “Sebelum dijual oleh toko atau distributor, alat ukur harus ditera sah oleh unit metrologi setempat. Tapi, yang paling mengkhawatirkan adalah alat-alat impor yang sering tidak pakai segel tanda tera” tuturnya. Ini sesuai dengan UU No 22 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Regulasi ini juga memuat tentang sanksi bagi pelaku usaha yang tidak memakai alat tidak layak pakai.

Alat ukur, timbangan, takar, dan perlengkapan yang layak pakai sangat penting. Menurut Kuntoyo, ini bukan demi kepentingan konsumen semata, namun juga untuk produsen atau pedagang. “Belum tentu konsumen saja yang rugi, produsen juga bisa rugi kalau timbangannya tidak pas,” ucapnya.

Saat ini, katanya, dari sekitar 12.400 pemakai alat ukur-timbang di luar konsumen listrik dan air yang ada di Pematangsiantar, hanya ada sekitar 30 persen yang mendatangi kantor UPT Metrologi untuk tera dan tera ulang sekali setahun. “Harus diperiksa kembali. Apakah masih layak? Setelah dinyatakan layak, disegel dan diberikan cap tanda teranya,” kata Kuntoyo.

Kepala UPTD Badan Metrologi Pematangsiantar mengatakan, daerah yang dianggap bisa dijadikan contoh adalah Singkawang. Kota di Kalimantan Barat ini rencananya pada 8 November nanti akan ditetapkan sebagai kota tertib ukur. “Bayangkan disana ada pasar tertib ukur yang timbangannya bersih dan seluruhnya ditera. Pedagang juga berjualan dengan niat jujur,” ucapnya. (ton/tribun-medan.com)
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *