RS WAJIB PUNYA BANK DARAH

Bank darah wajib dimiliki seluruh rumah sakit milik pemerintah dan swasta di Kota Medan. Peraturan ini ada da­lam Ranperda Sistem Kese­hatan Kota (SKK) yang tengah di­godok Pansus (Panitia khu­sus) DPRD Medan.

“Kita memang masih perlu mempelajari sistem penetapannya di Perda, tapi harusnya setiap rumah sakit kita harapkan punya bank darah, karena sekarang serba sulit mencari darah kalau ada  pasien yang  mendadak butuh darah,” kata Khairuddin Salim di gedung dewan, Kamis (3/11).

Menurut Khairudin, sulitnya mendapatkan ketersedian darah selama ini  di setiap rumah sakit  yang ada di Kota Medan. Akibatnya, sering korban yang harusnya masih bisa tertolong akhirnya meninggal dunia akibat kekurangan da­rah.

“Sudah sering terjadi hal seperti ini, darah ini menyang­kut nyawa manusia, jadi harus perlu diperhatikan,”ujarnya. Dia mengakui memang untuk mencapai adanya bank darah di setiap rumah sakit memang lumayan rumit.

Pasalnya harus menyediakan alat-alat serta menjaga sterilisasi darah setiap harinya. “Tapi meskipun demikian fakta di lapangan masalah kebutuhan darah ini sangat krusial sekali, contohnya setiap orang yang beroperasi  pasti membutuhkan darah, padahal di Palang Merah Indonesia (PMI) itu tidak tahu kemana darahnya semua,,”katanya.

Dia mengatakan, dengan adanya bank darah di setiap rumah sakit sangat  membantu pasien. Apalagi bagi pasien yang darurat. Untuk itu dia menyampaikan dalam pembahasan Ranperda SKK ini perlu dibicarakan dengan pihak sejumlah rumah sakit. “ Kita akan coba membicarakan hal ini,” katanya.
Khairuddin juga menyampaikan pihaknya akan meminta data-data seperti jenis obat, dan jumlah rumah sakit di Kota Medan ke Dinas Kese­hatan.
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *