DR HENRY SALIM SIREGAR SPOG (K); 50 PERSEN LEBIH BAYI CACAT AKIBAT INFEKSI DAN KURANG GIZI

Medan, (Analisa). Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara dr Henry Salim Siregar SpOG (K) menyebutkan, lebih dari 50 persen kasus cacat bayi yang dilahirkan karena infeksi dan kurang gizi.
“Selain karena faktor memakan obat sembarangan, genetik dan lingkungan,” kata Henry kepada wartawan, Kamis (3/11) sore.

Secara medis, lanjutnya, penyebab bayi cacat belum diketahui secara pasti. Namun secara umum, kuat dugaan akibat infeksi, dan kurang gizi dinilai lebih dominan.

“Belum ada penelitian secara tepat untuk mengetahui penyebab kelainan pada bayi seperti hidrocepalus, meningokel dan lainnya,” ucap Henry.

Melihatnya banyaknya kasus kelainan pada bayi bawaan lahir saat ini, lanjutnya, sudah selayaknya ada penelitian khusus. Penelitian itu tidak saja untuk kepentingan medis, tapi juga untuk kepentingan masyarakat umum.

“Kita tidak tahu, bisa jadi faktor lingkungan tertentu bisa menyebabkan kelainan pada bayi. Memang sudah sepatutnya ada penelitian untuk itu,” ungkap dokter spesialis obstetry dan ginekologi yang juga konsultan bidang fertility (kesuburan) ini.

Periksa kesehatan

Menyikapi hal tersebut, lanjutnya, langkah yang paling aman, para pasangan yang menginginkan anak sebaiknya memeriksakan kesehatan diri. Malah saat ini sudah dianjurkan pemeriksaan kesehatan dilakukan pra menikah (premarital checkup). Dengan begitu, bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan ke depan.

Setelah itu, tambahnya, seorang ibu hamil juga rutin memeriksakan kehamilan. Pemeriksaan kehamilan ini, sangat dianjurkan tidak saja untuk mengetahui kesehatan bayi tapi juga kesehatan ibu. Paling tidak, selama hamil empat kali pemeriksaan dilakukan.

Saat ini sudah tidak ada kendala biaya lagi. Soalnya, pemerintah sudah membuat program Jampersal (jaminan persalinan). Dengan program ini, mulai dari pemeriksaan kehamilan, proses melahirkan baik spontan maupun ada indikasi, pascamelahirkan hingga pemasangan alat kontrasepsi sudah gratis.

“Kemudian yang paling penting, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi obat sembarangan, kecuali atas saran dokter,” tegasnya.

Pendapat senada juga diungkapkan pakar penyakit infeksi, Dr dr Umar Zein SpPD DTMH KPTI. Menurutnya, ada beberapa infeksi yang bisa mengganggu hingga menular pada bayi.

Beberapa infeksi di antaranya, ibu hamil menderita malaria, terinfeksi HIV, rubella, toksoplasmosis, hepatitis B dan C, sipilis dan GO atau kencing nanah.

“Paling bagus, ya, harus melakukan pemeriksaan kesehatan,” sebut Umar Zein.(nai)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *