257 PERLINTASAN KA DI SUMUT TIDAK DIJAGA

MEDAN (Waspada):  Sedikitnya 257 perlintasan kereta api di wilayah Sumatera Utara tidak  memiliki pintu pengaman (pintu nengnong) dan tidak dijaga petugas khusus. Di lokasi itu hanya  dipasang ramburambu lalulintas agar pengguna jalan lebih berhatihati saat melewati lintasan  kereta api tersebut.

“371 Pintu perlintasan KA dijaga petugas gabungan dari Pemda setempat, PT. KAI Divre I dan  lainnya. Sedangkan 98 pintu perlintasan hanya dijaga petugas PT. KAI,” kata Humas PT KAI Divre  I Sumut Asri kepada Waspada melalui telefon, Minggu (30/10).

Menurut Asri, dalam Peraturan Pemerintah melalui Menteri Perhubungan disebutkan, jika Pemda  membangun ruas jalan yang melewati lintasan kereta api, maka Pemda berkewajiban menugaskan  aparatnya menjaga perlintasan kereta api tersebut.

Pihak manajemen PT. KAI Divre I Sumut juga mengimbau masyarakat terutama pengemudi  kendaraan  bermotor agar mentaati ramburambu lalulintas dan peraturan yang berlaku. Berhatihatilah  saat melewati perlintasan KA agar terhindar dari halhal yang tidak diinginkan.

Padahal sudah ada peraturan berlalulintas, namun masih ada pengemudi kendaraan bermotor yang  terkesan lalai saat melewati lintasan kereta api. Misalnya, PP No.56 tahun 2009 tentang  Penyelenggaraan Perkeretaapian Pasal 75 yakni Perpotongan jalur KA yang dibuat tidak  sebidang. Kemudian, Pasal 78 yakni Untuk melindungi keselamatan dan kelancaran pengoperasian  KA pada perpotongan sebidang, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan KA.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Armansyah Lubis mengatakan tidak ada  kewajiban pihaknya untuk menjaga perlintasan KA. Dishub juga tidak pernah menerima surat dari  PT KAI  untuk menempatkan petugasnya di lintasanlintasan KA yang ada di Kota Medan.

“Tidak ada kewajiban kita menjaga perlintasan KA. Surat dari mereka (PT KAI) juga tidak pernah  sampai pada kita untuk menempatkan petugas di perlintasan KA. Jadi, mana mungkin kita  tempatkan petugas di perlintasan tersebut,” katanya.

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Percut Seituan hanya terdapat satu lokasi perlintasan  kereta api yang  tidak dilengkapi pintu nengnong atau pos penjagaan sehingga rawan kecelakaan  yakni  di  Jln. Padang, Kecamatan Medan  Tembung.

Sedangkan perlintasan yang dilengkapi pintu nengnong berada di Jln. Pasar VII simpang Jodoh,  Tembung, Kecamatan Percut Seituan dan Jln. Mandala Bypass.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chaniago menjelaskan, pihaknya mengimbau agar  warga yang melintas di Jln. Padang harus ekstra hatihati karena di kawasan tersebut tidak  memiliki alat pengaman saat kereta api melintas, terutama pada  malam hari. “Masyarakat yang  mengendarai sepedamotor harus hatihati agar terhindar dari kecelakaan di perlintasan kereta  api itu,” ujar AKP Faidir Chaniago.

Sedangkan di wilayah hukum Polsek Medan Timur dan Medan Barat terdapat satu lokasi tanpa pintu  nengnong yakni jalan setapak yang menghubungkan Jln. Ampera dan Jln Yos Sudarso. Sementara   di wilayah hukum Polsek Medan Area dilaporkan secara keseluruhan memiliki pintu nengnong dan  pos penjagaan.

Di wilayah hukum Polsek Sunggal dilaporkan sebanyak 14 lokasi lintasan kereta api yang tidak  dilengkapi pintu nengnong.

Secara rinci, dua lokasi di Desa Serbajadi, satu lokasi di kawasan Banjaran, satu lokasi di  Payabakung, dua lokasi di kawasan Bintang Terang, satu lokasi di Gang Gembira, satu lokasi di  Jln. Setia, dua lokasi di kawasan Sei Semayang dan satu lokasi kawasan Kampung Lalang.
Kapolsek Sunggal AKP M. Budi Hendrawan, SH, SIK mengatakan, jalan umum yang melewati lintasan  kereta api seharusnya dilengkapi pintu nengnong. Sampai sejauh ini, pihak PT KAI sudah  memasang ramburambu bertuliskan “Hati2 Kereta Api Lewat”.

Sementara, Kanit Binmas Polsek Sunggal AKP RE Samosir, SH, mengatakan, PT. KAI harus  bekerjasama dengan Pemkab untuk memasang pintu nengnong.

Samosir selaku mantan Perwira Pembina Polisi Khusus PT. KA mengatakan, banyak jalan umum yang  melewati lintasan kereta api, namun tidak dilengkapi pintu nengnong dan hanya dipasang  ramburambu khusus.

Samosir mengimbau kepada pihak yang membangun rumah dipersimpangan jalan lintasan kereta api  karena dengan adanya bangunan tersebut, maka pihak pengguna jalan tidak dapat melihat jarak  pandang kereta api yang akan melintas. “Kepada yang menggunakan jalan penyerbangan rel  kereta api agar berhatihari sebelum melintasi/menyeberang rel agar melihat ke kanan dan  kiri,” ujarnya. (m32/m36/m50/h04)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

1 Response to 257 PERLINTASAN KA DI SUMUT TIDAK DIJAGA

  1. Pingback: buy magic mushrooms online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *