PEMKAB SERGAI IZINKAN REALOKASI PUPUK

Sei Rampah, Sumut, 27/10 (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara mengizinkan realokasi pupuk bersubsidi dalam rangka pemerataan distribusi produk dari satu kecamatan ke kecamatan lain di daerah itu.

“Realokasi pupuk bersubsidi dari satu wilayah ke wilayah lain di Serdang Bedagai diizinkan selama penyerapan pupuk di tempat asalnya sudah cukup optimal,” kata Wakil Bupati Serdang Bedagai Soekirman di Sei Rampah, Kamis.

Dia menegaskan hal itu saat menerima kunjungan perwakilan PT. Petrokimia Gresik wilayah Sumatera Utara yang dipimpin Ki Hari Purnomo di kantor Bupati Serdang Bedagai di Sei Rampah.

Kebijakan realokasi pupuk bersubsidi bertujuan mencegah kemungkinan terjadi penumpukan di satu kecamatan dan kekurangan di daerah lain.

Untuk mencapai penyerapan pupuk bersubsidi yang optimal dan tepat sasaran, menurut dia, perlu koordinasi antarberbagai lini pemangku kepentingan di bidang pertanian.

Para pemangku kepentingan itu, di antaranya Gapoktan, Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A), organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat bidang pertanian dan lingkungan.

Koordinasi yang baik antarpemangku kepentingan di sektor pertanian, efektif mengatasi berbagai kendala yang terjadi dalam hal distribusi pupuk.

Dalam upaya pemerataan distribusi, dia juga menganjurkan kepada para petani di daerah itu dapat menentukan pemberian dosis pupuk secara tepat.

“Pemberian pupuk secara tepat dan merata akan mendapatkan hasil panen yang optimal,” ujar Soekirman.

Sejalan dengan upaya tersebut, perlu pula dilakukan riset ilmiah untuk uji dosis, frekuensi pemupukan, mengukur unsur hara tanah dan penggunaan teknologi spesifik lokasi.

Dia juga menyarankan kepada kelompok tani agar dalam menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pengguna pupuk bersubsidi hendaknya jangan hanya dominan untuk kebutuhan tanaman padi semata.

Dalam RDKK seyogyanya disusun alokasi pupuk bersubsidi untuk tanaman hortikultura maupun palawija.

Selain padi, jenis tanaman lain yang efektif dibudidayakan di daerah itu adalah jagung, melon dan semangka.

Sementara itu Sales Supervisor PT. Petrokimia Gresik wilayah Sumatera Utara Ki Hari Purnomo, mengungkapkan bahwa kinerja penyerapan pupuk bersubsidi di Serdang Bedagai dewasa ini belum merata dan maksimal.

“Kendala itu disebabkan penyusunan RDKK yang terlalu kaku dan mengacu pada kebutuhan tanaman padi,” ucap dia.

Sedangkan jatah pupuk bersubsidi untuk padi juga harus dibagi untuk tanaman lainnya seperti melon, jagung ataupun jenis tanaman palawija lainnya yang ditanam oleh petani.

Jenis pupuk bersubsidi yang distribusinya belum merata di daerah itu, di antaranya ZA, Phonska dan SP-36.

Oleh karena itu, pihak Petrokimia berharap dapat berkoordinasi dengan Pemkab Serdang Bedagai melalui unit pelayanan teknis daerah di masing-masing kecamatan.

Melalui koordinasi tersebut, Hari menyatakan optimistis pendistribusian semua jenis pupuk bersubsidi dapat dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran.***5***(PSO-197)
(T.pso-197/B/M034/M034)(Ant)

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *