LIPI: PERSOALAN PAPUA ADALAH KEMANUSIAAN

VIVAnews – Persoalan di Papua tak kunjung usai. Bahkan belakangan terjadi penembakan beruntun di Papua. Anggota Tim Peneliti Khusus Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elizabeth, menilai, kebanyakan orang masih melihat orang Papua secara fisik.

“Kalau kami ubah mindset, persoalan Papua adalah persoalan kemanusiaan. Yang belum tertangani masalah nonfisiknya,” kata Adriana dalam diskusi ‘Papua Konflik Tak Kunjung Usai’ di Jakarta, Sabtu 29 Oktober 2011

Menurut Adriana, penanganan masalah Papua tidak serta merta selesai dengan program pembangunan. Ada empat masalah penting di Papua. Pertama, persoalan marjinalitas dan diskriminasi. Kedua, kegagalan pembangunan. Ketiga, persoalan Hak Asasi Manusia.

Keempat, adalah soal kegagalan politik yang diideologikan dengan Papua merdeka. “Di dekati secara dialog, ada persoalan nonfisik,” ujar dia.

Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR, Paskalis Kossay, mengatakan seharusnya pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada Papua. Menurut dia, Papua bukan warga negara kelas dua. “Sekarang kami minta dialog, itu dicurigai,” ujar Paskalis.

Menurutnya, tingkat kepercayaan terhadap Papua harus diubah. “Kalau Papua mau tetap dalam NKRI,” kata dia

Rentetan penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal terus terjadi di Papua. Terakhir, penembakan menewaskan Kapolsek Puncak Jaya, Papua, AKP Dominggus Oktavianus Awes, Senin 24 Oktober 2011.

Kasus penembakan Kapolsek merupakan kejadian keempat dalam waktu dua pekan. Pada Senin 10 Oktober terjadi penembakan karyawan PT Freeport. Satu orang tewas.

Kemudian, Jumat 14 Oktober kembali terjadi penembakan terhadap karyawan PT Freeport. Tiga orang tewas dalam kejadian itu. Selanjutnya pada Jumat 21 Oktober juga terjadi penembakan misterius di kilometer 38 daerah Abepura, Timika. Tiga orang tewas dalam kasus ini. Dalam waktu dua pekan, delapan orang tewas di Papua.
sumber: http://nasional.vivanews.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *