LAHAN KAKAO ASAHAN BANYAK DIALIHKAN KE KOMODITAS LAIN

MedanBisnis –Kisaran. Tiap tahun luas lahan kakao di Kabupaten Asahan mengalami penurunan akibat tingginya alih komoditas yang dilakukan petani ke komoditas perkebunan lainnya.
Penurunan luas tanam kakao tersebut mulai terlihat pada tahun 2009 hingga 2011. “ Memang benar luas dan hasil kakao kita terus mengalami penurunan,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Asahan melalui Kabid Perkebunan Asahan, Rafiani Ritonga saat berbincang dengan MedanBisnis, Kamis (27/10) di dinas setempat.

Berkurangnya lahan kakao tersebut, kata Rafiani disebabkan oleh banyaknya para petani kakao yang mengalih fungsikan lahannya ke tanaman lain, seperti kelapa sawit dan karet. Yang menurut mereka perawatan komoditas tersebut lebih mudah dibanding kakao yang banyak diserang hama dan penyakit tanaman. “Hama dan penyakit penyebab utama petani mengalihkan lahan kakaonya,” kata Rafiani.

Karena itu, kata Rafiani, masyarakat Asahan yang masih memiliki lahan kakao diminta untuk bersabar dan tidak mengalih fungsikan lahannya ke tanaman lain. Karena dalam waktu dekat Pemkab Asahan akan memperluas lahan kakao. “Kakao Asahan akan kita tata kembali, dan untuk rencana awal Pemkab Asahan akan menyediakan anggaran, begitu juga Propinsi Sumut,  memberikan pembinaan dan pengawasan, tujuannya agar produksi kakao meningkat,” terang Rafiani.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Asahan Handi Arfan Sitorus meminta Pemkab Asahan serius dalam menangani persoalan kakao dan pemkab juga diminta untuk memperhatikan para petani kakao. “Sudah kewajiban pemkab untuk memperhatikan hal ini, apalagi kakao Asahan pernah jaya pada tahun 2006 hingga 2007. Dan, kami siap mendukung kembali kejayaan kakao di Asahan,” kata politisi PDI Perjuangan ini berjanji.  (ndra sikoembang)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *