IBU RUMAH TANGGA PALING BERISIKO KENA HIV?

VIVAnews – Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, mengakui bahwa ibu rumah tangga mempunyai risiko terbesar terjangkit virus HIV AIDS di antara wanita lainnya.

Pernyataan ini terkait kasus HIV/AIDS pada enam ibu hamil yang ditemukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Ibu-ibu rumah tangga adalah yang terbesar diantara perempuan yang terkena,” kata Endang, usai aksi peduli peringatan hari stroke sedunia, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2011.

Menurut Endang, enam kasus itu merupakan angka kumulatif atau jumlah keseluruhan. Intinya, kata dia, yang berpotensi terkena virus berbahaya itu bukan hanya pekerja seks dan pemadat.

“Sekarang orang berpikir yang tertular HIV itu cuma pekerja seks, cuma orang narkoba, tapi ternyata tidak,” kata Menteri lulusan Harvard University ini.

Untuk itu, Endang mengingatkan dan menekankan kepada para laki-laki untuk melakukan seks yang bertanggungjawab. Artinya, artinya kalau bisa, dia hanya setia kepada istrinya saja. “Tapi kalu tidak bisa, harus pakai kondom, supaya melindungi istrinya dan calon anaknya,” ungkapnya.

Komisi Penanggulangan Aids Kota Bekasi, menemukan kasus HIV/AIDS pada enam ibu hamil. Mereka kini tengah menjalani terapi untuk mencegah menularnya penyakit tersebut terhadap anak yang akan dilahirkan.

Sekretaris KPA Kota Bekasi, Wahyudin, mengatakan temuan kasus HIV/AIDS pada ibu hamil itu terjadi pada periode Januari-Oktober 2011. Menurutnya, KPA Kota Bekasi saat ini masih aktif melakukan pendampingan.

Keenam wanita hamil yang disembunyikan identitasnya itu juga aktif melakukan rawat jalan di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi. Mayoritas ibu hamil penderita HIV/AIDS itu, lanjut Wahyudin, awalnya tertular dari suaminya yang positif mengidap virus mematikan.

KPA Kota Bekasi sendiri baru menemukan kasus penularan itu setelah ibu mengandung itu tertular lama. Berdasarkan data KPA Kota Bekasi, angka pengidap HIV/AIDS saat ini masih cukup tinggi.

Selama periode Januari- Oktober mencapai 323 orang. Pada 2005 ada 166 kasus, dan 377 kasus pada 2006, serta 547 kasus pada 2007. Faktor peningkatan penderita AIDS/HIV diduga karena tingginya penggunaan jarum suntik narkoba maupun melalui hubungan seksual. ”Kebanyakan yang terjangkit usianya produktif,” kata Wahidin.
sumber: http://nasional.vivanews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *