MASKAPAI PASRAH, PENUMPANG SENANG

MedanBisnis – Medan. Meski pasrah, maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Polonia menyatakan siap menerapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 soal Asuransi Keterlambatan Keberangkatan yang mulai berlaku November nanti.
“Kalau sudah begitu aturannya tentunya kami harus siap menjalankan peraturan baru yang akan diberlakukan itu. Memang sejauh ini kita belum mendapatkan isi regulasi yang baru tersebut,” ujar General Manager Garuda Indonesia Kantor Cabang Medan, Muchwendy Harahap, saat dikonfirmasi MedanBisnis, Kamis (27/10).

Pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait  seringnya pesawat delay. Aturan ini membuat maskapai harus memberikan ganti rugi sebesar Rp300 ribu kepada penumpang apabila delay hingga 4 jam serta denda Rp 200 ribu per kilogram, maksimum Rp 4 juta apabila ada penumpang kehilangan bagasi. Sementara untuk kargo yang hilang, pengangkut wajib memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.000 per kilogram, sedangkan untuk kargo yang rusak wajib diberikan ganti rugi sebesar Rp 50.000 per kilogram. Lalu apabila ada penumpang meninggal dunia ganti rugi mencapai Rp 1,25 miliar.

Muchwendy mengatakan akan mematuhi regulasi itu, tetapi hingga saat ini pihaknya masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan KM 25/2008 tentang kompensasi delay pesawat. Pihaknya memberikan tiga opsi untuk penumpang, yaitu apabila delay dapat refund tiket, handling ke pesawat lain atau jika lebih dari sehari dan penumpang memilih menunggu diberikan snack, makanan berat serta akomodasi menginap di hotel.

District Manager Sriwijaya Air Medan  Adrian mengemukakan, pihaknya sejauh ini sudah mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng salah satu perusahaan asuransi yang memberikan jaminan hampir sama dengan yang diatur pada Kepmenhub No 77 Tahun 2011.

“Soal kompensasi terhadap aturan tersebut kita bekerja sama dengan pihak asuransi. Artinya, memang kita harus melaksanakan peraturan yang diterapkan regulator,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Station Head AirAsia Medan, Mulyana. Dia mengemukakan, pihaknya tidak terlalu kaget dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui KM Perhubungan No77 tahun 2011 tersebut. “Ya, setidaknya ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” ujarnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II, Razali Abubakar mengatakan, pihaknya telah siap untuk melakukan pengawasan terhadap penerapan aturan tersebut. Karena itu Razali berharap pihak maskapai benar-benar menjalankan pelayanan sebaik mungkin seperti halnya permasalahan delay dan bagasi hilang yang selama ini kerap terjadi. Bahkan dengan adanya Kemenhub tersebut tidak menutup kemungkinan pihak maskapai akan menaikkan tarif.

“Bisa jadi pihak maskapai nantinya berusaha menaikkan tarif batas atas. Tentunya mereka terlebih dulu mendapat kesepakatan dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara masyarakat menyambut rencana penerapan KM Perhub No 77 Tahun 2011 mulai awal November nanti. Begitupun mereka menolak jika nantinya ongkos pesawat menjadi naik.
( irvan sugito)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *