IMPOR KEDELAI MASIH BELUM TERELAKKAN

MedanBisnis – Medan. Hingga kini produksi kedelai Sumatera Utara (Sumut) masih rendah. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan kedelai di pasaran, impor menjadi tidak terelakkan.
Kepala Seksi Budidaya Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Dinas Pertanian Sumut A Sulayman mengatakan, target panen kedelai tahun 2011 berkisar 32.807 ton dengan sasaran tanam seluas 26.442 hektare. Namun, hingga September 2011, realisasi tanam baru mencapai 9.706 hektare. “Dari luasaan itu, sasaran panen diperkirakan mencapai 11.087 hektare dengan produksi berkisar 12.417 ton,” katanya kepada MedanBisnis, Senin (24/10) di Medan.

Dijelaskannya, sentra produksi kedelai di Sumut yakni di Kabupaten Langkat seluas 5.906 hektare, Deli Serdang 6.024 hektare, Simalungun 1.750 hektare, Tapanuli Selatan 1.260 hektare, Mandailing Natal 3.625 hektare, Serdang Bedagai 3.150 hektare, Padang Lawas Selatan 1.221 hektare dan Padang Lawas Utara 884 hektar.

Menurutnya, banyak faktor yang membuat produksi kedelai di Sumut rendah, antara lain karena minat petani untuk menanam kedelai masih kurang. Selain itu, petani lebih memilih komoditas lain yang lebih menjual. “Harga kedelai fluktuatif, lagipula perawatan tanaman kedelai lebih repot dibandingkan tanaman lain,” ujarnya.

Sementara itu, Suyono, selaku Kepala Bidang Ketersediaan Pangan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut mengemukakan, impor kedelai tidak bisa terelakkan karena kebutuhan lokal tidak bisa terpenuhi jika mengandalkan produksi kedelai lokal. “Kebutuhan kedelai kita mencapai 5.000 ton per bulan, sedangkan produksi kita hanya 4.500 ton,” katanya.

Dikatakannya,tahun ini, sejak Januari – Agustus impor kedelai sudah mencapai 57.600 ton yang diimpor dari China. ( cw 02)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

1 Response to IMPOR KEDELAI MASIH BELUM TERELAKKAN

  1. Pingback: where to buy marijuana strains

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *