SOSIALISASI PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KARET, KAKAO DAN KELAPA SAWIT

Kisaran, (Analisa). Bank Sumut Cabang Kisaran bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat menggelar sosialisasi tentang program revitalisasi perkebunan karet, Kakao dan kelapa sawit di Desa Pulau Pule Kecamatan Sei Dadap , baru-baru ini. Kegiatan ini untuk mendorong peningkatan usaha perkebunan bagi masyarakat di Kabupaten Asahan.
“Sosialisasi menawarkan bagi masyarakat petani sistem kredit KPN-RP dan KKS dengan jangka waktu kredit maksimum 13 tahun,” ungkap Kepala Bank Sumut Cabang Kisaran Amirin Harahap ketika ditemui Analisa, Minggu (23/10) di Gedung Olahraga (GOR) Kisaran.

Dikatakannya, pertemuan atau sosialisasi yang diikuti beberapa petani perkebunan yang bersal dari beberpa kecamatan antara lain, Kecamatan Air Batu, Sei Dadap dan Kecamatan Tinggi Raja bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat petani pekebun untuk dapat memilih tanaman yang tepat, misalnya kalau dirata-ratakan luas tanah yang dimiliki masyarakat kita hanya seluas 5.000 m2 atau setengah hektar. Kalau ditanam sawit hanya menghasilkan sekitar Rp 1 juta per bulan, kalau karet sekitar Rp 2 juta per bulan dan kakao bisa mencapai Rp 3,5 juta per bulan.

“Masyarakat jangan tergiur dengan sosok tanaman sawit, dengan lahan yang tidak seberapa,” paparnya sembari mengatakan bila masyarakat demam terhadap sawit maka jawabannya adalah petani di desa akan tetap menjadi buruh di kampung sendiri.

Padahal, katanya, dengan lahan yang tidak begitu luas bisa menghasilkan pendapatanyang besar, tapi masyarakat hanya tergiur dengan satu tanaman yaitu tanaman sawit.

“Ini harus kita dorong untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat kita di desa dan kita lihat saat ini akibat masyarakat demam sawit, harga karet dan kakao melambung tinggi karena itu Pemkab Asahan dan Bank Sumut merasa perlu memberikan dorongan kepada masyarakat bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan petani di desa-desa melalui program skim kredit lunak dan jangka panjang,” papar Amirin.

Dia berharap dengan sosialisasi itu, petani kebun dapat terbuka wawasannya, hingga tidak terfokus kepada satu tanaman saja, akibat trend yang ada. Padahal, dengan kondisi lahan yang hanya setengah hektar lebih cocok dan pantas untuk menanam tanaman lain, seperti karet dan juga kakao.

“Mudah-mudahan dengan fasilitas yang ditawarkan pemerintah ini, kesejahteraan petani dapat lebih meningkat,” paparnya lagi sembari mengatakan bahwa sosialisasi itu akan dilakukan juga di kecamatan lainnya.(aln)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *