PESTA DANAU TOBA 27-30 DESEMBER 2011

Medan, (Analisa). Pesta Danau Toba akan digelar pada 27-30 Desember. Meskipun berdekatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru namun dianggap tidak mengganggu.
Ketua Umum Panitia Pesta Danau Toba 2011 John Hugo Silalahi mengakui banyak pertanyaan yang muncul ketika acara tersebut ditetapkan akhir tahun. Menurutnya tidak ada pilihan lain mengingat persiapan waktu yang diberikan sudah sangat sempit. Karena kepanitiaan baru terbentuk Oktober.

Menurut dia, kegiatan Pesta Danau Toba 2011 hampir tidak terlaksana. Sebab pada September lalu, sejumlah anggota DPRD Sumut mempertanyakan kepastian kegiatan Pesta Danau Toba yang biasa digelar setiap pertengahan tahun.

“Beberapa anggota DPRD Sumut saat itu mempertanyakan ke Pemprov Sumut soal Pesta Danau Toba yang belum dilaksanakan tahun ini. Tapi dijawab saat itu karena tidak ada kepanitiaan yang mengajukan diri. Untuk itu kami inisiatif mengajukannya,” katanya dalam rapat umum Panitia Pesta Danau Toba 2011 di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Medan,Senin ( 24/10).

Keberatan Warga

Sementara Kadis Pariwisata Sumut Nuruddin Dalimunthe dalam kesempatan itu menyatakan beberapa keberatan dari warga di sekitar Danau Toba yang mengetahui acara tersebut digelar pada akhir tahun. Sebab setiap tahun pada 27-31 Desember biasanya digelar Perayaan Natal dan peringatan kematian Yesus Kristus. Selan itu masyarakat yang berada di wilayah Danau Toba masih merasa belum dilibatkan dalam kepanitiaan.

Even Pesta Danau Toba merupakan kegiatan nasional yang tiap tahun dilakukan. Jadi bukan even kabupaten/kota. Kalaupun misalnya Simalungun sebagai tuan rumah tidak siap maka dapat dialihkan di Tomok atau Balige, kata Janter Sirait. Begitupun masih bisa dikoordinasikan dengan pemerintah setempat untuk menyesuaikan tanggal Perayaan Natal, ujarnya.

Keterlambatan Pesat Danau Toba menurutnya tidak bisa dipungkiri karena gonjang-ganjing kepemimpinan di Sumut yang selama ini terjadi sejak awal tahun. Sehingga terlambat diagendakan.

Lebih Baik Terlambat

Bendahara Panitia Marasal Hutasoit mengatakan untuk kegiatan kali ini menurutnya dapat mengambil prinsip lebih baik terlambat dari pada tidak dilaksanakan sama sekali. Karena Pesta Danau Toba adalah even tahunan yang merupakan hak rakyat. Mengenai bersamaan dengan Perayaan Natal menurutnya tidak akan berbenturan sebab umumnya perayaan hari besar Agama Kristen tersebut dilakukan sebelum 25 Desember.

Asisten I Pemprov Sumut Hasiolan Silaen mengatakan keyakinannya bahwa perayaan Pesta Danau Toba 2011 akan berlangsung sukses. Meskipun ada yang keberatan dengan tanggal pelaksanaan hal itu masih bisa dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota. Persoalan keterlibatan warga di daerah menurutnya dapat dibentuk kepanitiaan lokal di bawah koordinasi bupati sekitar Danau Toba.

“Ini baru rapat pertama, jadi masyarakat pasti akan dilibatkan juga dalam kepanitiaan di daerah,” ujar Hasiolan.(ir)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *