KERJASAMA POKTAN, DISTAN DAN BTNN MAMPU TINGKATKAN KEHIDUPAN PETANI

Panyabungan, (Analisa). Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara SE mengharapkan, melalui kerja sama kelompok tani, Dinas Pertanian dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTNN) akan dapat meningkatkan penghasilan tani untuk kesejahteraan petani di daerah Mandailing Natal (Madina).
Demikian Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara SE saat panen raya bersama kelompok Tani Membangun dan Varietas Mira 1 dan Varietas Bestari atas kerjasama Dinas Pertanian dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional, Senin (24/10) di desa Luban Pasir Kecamatan Panyabungan.

Sebagaimana dimaklumi, Pemkab Madina menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama pembangunan di samping sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Hal ini didasarkan kepada potensi alam baik sub sektor tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan sehinga sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Mandailing Natal, sebut Hidayat.

Dikatakannya, hampir 80 persen penduduk Madina terkait kehidupannya pada sektor pertanian. Untuk mendukung suksesnya pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari peran serta masyarakat baik dalam upaya intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi pertanian.

Sehingga upaya yang telah dilaksanakan baik melalui penyuluhan, demplot, demfram maupun percontohan lainnya diharapkan dapat diserap dan dilaksanakan petani sehingga tingkat kemampuan petani dibina penyuluh secara berkala dapat berkesinambungan dan akan lebih memudahkan petani berusaha dan melaksanakan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan petani pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan tarap hidup petani.

“Perlu saya sampaikan rata-rata produktivitas tahun 2010 adalah 4,5 ton per hektar. Pemerintah pusat mencanangkan kenaikan produksi 5 persen setiap tahun, itu berarti Madina juga harus mampu meningkatkan pencapaian target produksi 5 persen di tahun 2011 ini atau setara dengan 4,7 ton per hektare,” jelasnya.

Karena itu dalam meningkatkan pencapaian target produksi 5 persen di tahun 2011 ini atau setara dengan 4,7 ton per hektare diharapkan Dinas Pertanian dan pemangku kepentingan lainnya dapat meningkatkan produksi tahun ini.

Menurutnya, kegiatan panen raya yang dilaksanakan pada hari ini sebagai bentuk keberhasilan dibidang pertanian di mana benih digunakan benih varietas unggul berlabel ungu yang hasilnya akan menjadi benih sebar (berlabel biru).

“Hari ini kita juga menyerahkan saran pascapanen kepada kelompok tani yaitu kelompok tani Saba Rimba dan kelompok tani Sarumbuk Harapan III Desa Lumban Pasir yang diharapkan dapat meminimalisasi kehilangan hasil yang terjadi selama proses pascapanen sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan produksi petani,” sebutnya.

Bupati juga mengakui masih banyak organisme penggangu tanaman pada tanaman padi. Semua elemen diminta dapat menjaga pengaturan pola tanam tertib tanam guna mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman padi.

Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhendra mengatakan, beras merupakan komoditas strategis berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional. Karena beras merupakan makanan pokok dan penopang kehidupan lebih dari 60 persen petani di Indonesia.

Sejalan dengan pertambahan penduduk , kebutuhan beras pada priode jangka menengah tahun 2010-2014 diproyeksikan akan terus meningkat. Sasaran produksi tahun 2010 akan diproleh surplus sebesar 5 juta ton dan pada Tahun 2014 akan diproleh surplus beras sebesar 10 juta ton.

“Madina dengan luas baku sawah yaitu 19.450 hektar dimana 2.152 hektar luas bahan baku sawah di Kecamatan Panyabungan, dan khusus kerja sama dengan Batan seluas 40 hektar untuk tiga kelompok tani,” sebutnya.

Kegiatan kerjasama Dinas Pertanian dengan BTNN merupakan satu-satunya di Propinsi Sumatera Utara pada Tahun 2011. Kegiatan ini dalam bentuk perjanjian kerjasama yang dilakukan antara pusat deminasi Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.

“Sebenarnya ada tiga bidang kerjasama yang dilakukan, bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, Bidang pertanian komoditi padi, kegiatannya peyebarluasan varietas unggul hasil litbang Iptek Nuklir yang dialokasikan 2 kelompok tani dengan luas masing-masing 20 hektare dengan varietas mira 1 yaitu di Desa Gunung Tua Lumban Pasir.

Kelompok tani membangun 1 dan Desa Panyabungan Jae kelompok Tani Rimab Raya yang setiap kelompok memliki 40 orang anggota atau jumah seluruhnya 80 anggota. Varietas Mira 1 dapat kita panen pada umur 112 hari,” katanya. (man)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *