OBJEK WISATA BUKIT LAWANG KUMUH

LANGKAT – Kawasan objek wisata Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kelihatan kumuh dan kurang mendapat penataan maupun penghijauan di pinggiran aliran sungai di daerah tersebut.

Seorang pengunjung objek wisata Bukit Lawang, Heri Widiyanto, mengatakan lokasi objek wisata tersebut perlu dibenahi dengan baik, sehingga tamu-tamu akan tertarik untuk berkunjung kesana.

Berbagai bangunan berupa pondok-pondok yang berdiri di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bahorok, menurut dia, membuat kawasan tersebut terkesan kurang indah dan terkesan kumuh.

“Ini lah yang membuat para wisatawan asing dan lokal kurang tertarik berkunjung ke Bahorok.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat perlu memperhatikan masalah tersebut,” kata Widiyanto, tadi siang.

Selanjutnya dia mengatakan, selain bangunan gubuk-gubuk tersebut, areal parkir sepeda motor para pengunjung juga tidak tertata dengan rapi sampai ke pinggiran sungai, sehingga menambah suasana kurang nyaman di tempat wisata Bukit Lawang.

“Tidak hanya itu saja, penghijauan untuk kawasan wisata tersebut juga belum terlihat dilakukan masyarakat mau pun Pemkab Langkat, dalam hal ini Kantor Pariwisata Seni dan Budaya, sehingga menambah gersangnya sekitar DAS Bahorok,” katanya.

Ini sungguh sangat memprihatinkan, bagi para wisatawan yang setiap minggunya ribuan orang berkunjung ke kawasan wisata yang sudah cukup dikenal di luar negeri.

Apalagi dengan objek wisata orang utan dan arung jeram, mau pun menyusuri kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kabupaten Langkat.

Untuk itu, katanya, perlu perhatian Pemkab Langkat, agar kawasan wisata Bukit Lawang secepatnya dibenahi dan ditertibkan, bila tidak kesan kumuh akan terus terjadi.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Sedarianto menilai petugas pariwisata dan Seni Budaya Langkat, seakan-akan tidak peduli dan kurang mendukung program untuk menata kawasan wisata Bukit Lawang di Bahorok.

“Kurang perhatian dari instansi pengelola pariwisata, padahal restribusi yang masuk cukup besar setiap minggunya.Termasuk juga akses masuk ke kawasan tersebut benar-bener semrawut,” katanya.

Sudah saatnya Bappeda Langkat, Dinas PUD, Kantor Pariwisata Seni dan Budaya mau pun masyarakat sekitarnya duduk bersama membahas kumuhnya kawasan wisata tersebut, kata Sedarianto.

“Kita tidak ingin objek wisata yang sudah cukup terkenal itu, kesannya dari waktu ke waktu semakin kumuh, sehingga dikhawatirkan wisatawan mancanegara maupun lokal, akhirnya enggan berkunjung kesana,” katanya.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Jelajah Objek Wisata Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *