UKON KAYA MANFAAT

Tanaman temulawak/temugiring atau yang di Jepang dan di Korea dikenal dengan ukon ini memiliki manfaat yang kaya bagi kesehatan manusia. Tanaman yang merupakan rumpun Zingiberaceae dan spesies Curcuma xanthorrhiza ROXB ini dapat tumbuh di seluruh kawasan di Asia Tenggara.
Namun di luar kawasan tersebut, tanaman ini dapat ditemui juga di Cina, IndoCina, Bardabos, India, Jepang, Korea, di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Pertumbuhannya akan semakin baik jika terlindung dari sinar matahari secara berlebihan


Kelebihan lainnya, khususnya ukon yang berasal dari Okinawa Jepang ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan mudah ditanam. Suhu udara yang paling baik untuk pertumbuhannya berkisar 19-30 oC dan curah hujan yang sedang. Bisa ditanam pada daerah dengan ketinggian 5-1.000 meter dari permukaan laut (dpl). Namun kalau ditanam di dataran tinggi, kandungan minyak atsiri di dalam rimpangnya sedikit.

Hal tersebut diungkapkan Felix Yuda kepada MedanBisnis beberapa waktu lalu mengenai manfaat dan spesifikasi tanaman ukon yang berasal dari Okinawa ini. “Sudah jadi habitatnya, pertumbuhannya selalu di tempat yang terlindung dari sinar matahari yang terik secara langsung,” ujarnya.

Ia mengatakan, tanaman yang tiap batangnya mempunyai daun 2 – 9 helai dan bermahkota bunga berbentuk bundar berwarna putih dan ujungnya merah muda  ini di Jepang dan Korea, dijadikan sebagai bahan obat-obatan herbal.  Sama halnya dengan di Indonesia, namun yang paling populer digunakan untuk jamu tradisional yang khasiat sebagai penyembuhnya sudah dipercaya sejak lama.

Kulit buahnya berwarna coklat terang dan daging juga berwana kuning terang.  Sedangkan akar rimpangnya terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat.

Menurutnya, ada perbedaan antara temulawak/temugiring (ukon) Okinawa dengan temulawak yang asli berasal dari Indonesia. Salah satu hal yang palig gampang dilihat adalahbentuk daun yang lebih lebar dan panjang bisa mencapai 150 cm – 2 meter. “Tentu saja kualitas dan kandungan zat-zat yang dibutuhkan tubuh juga lebih baik,” katanya.

Dikatakannya, kandungan dalam rimpang ini 1,6-2,2% kurkumin, 1,48-1,63% minyak asiri, dan 48-59,64% zat tepung, dipercaya berkhasiat untuk menurunkan kolesterol, memperlancar peredaran darah, memaksimalkan fungsi ginjal dan hati serta menormalkan gula darah.

“Di Jepang yang tingkat kesadaran akan kesehatan tinggi, lebih suka mengkonsumsi produk yang alami,” katanya. Selain itu, dijelaskannya untuk menjaga vitalitas, ukon sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin karena  dapat meningkatkan nafsu makan dan sebagai anti oksidan.

Ukon tersebut diekspor ke Jepang dan Korea dalam bentuk simplisia kering, yaitu rajangan kering dalam kemasan. Proses sebelum diekspor,  menurutnya melalui beberapa tahapan yang sanitasi dan higienitasnya terjamin.

“Ukon yang sudah bisa dipanen, dilakukan pemisahan antara yang akan dijadikan benih dengan yang akan dimanfaatkan, selanjutnya dibersihkan,  dan dikeringkan,” jelasnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan selama 12 jam menggunakan oven khusus yang didatangkan dari Jepang dengan suhu 50 derajat celsius.  “Kalau sudah, tinggal dikemas dan siap diekspor ke Jepang maupun ke Korea,” lanjutnya.

Sementara itu, lanjutnya sedang digarap untuk pemasaran lokal dalam bentuk tablet dalam botol kecil. Proses pengerjaannya dilakukan di pabrik yang berada di daerah Kampung Lalang, Medan Sunggal.

Ia menjelaskan, saat ini, ukon di lahannya baru berusia 1 bulan dan melakukan pembibitan sendiri. Namun pembibitan tersebut hanya untuk ditanam di lahannya sendiri, bukan untuk dijual. “Hal ini tidak lain untuk menjaga dan mengawasi kualitas ukon dari Okinawa,  selebihnya agar kepercayaan dari Jepang dan Korea tetap terpelihara, ” katanya. (cw 02/yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *