KELUARGA SIMON AKUI JENAZAH

MEDAN – Keluarga Simon Petrus Sitepu (22), TKI yang jenazahnya tertukar, akhirnya mengakui bahwa jenazah atas nama Roni adalah benar anaknya. Simon memakai identitas berbeda karena pemutihan pasca tertangkap di Malaysia beberapa waktu lalu.

Karena menggunakan identitas atas nama Roni, jenazah Simon Petrus Sitepu (22) yang tewas karena kecelakaan kerja di perkebunan Kampung Bukit Hijau Kupang Baling Kedah Malaysia pada 14 Oktober 2011
lalu di akui orang tua korban.

Orangtua korban, Benar Sitepu dan Nurlela Tarigan akhirnya mengaku jenazah tersebut setelah melihatnya secara utuh di ruang instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, hari ini.

“Memang itu anak saya, wajahnya mirip dengan saya,” kata Benar Sitepu setelah melihat langsung jenazah korban.

Jenazah korban yang masih mengenakan celana jeans warna biru dan kaos warna putih itu, terdapat luka memar dibagian kening korban, bibir terjepit dan leher diduga bekas jeratan. Namun jenazah korban tidak dilakukan autopsi atau visum et revertrum.

Saat melihat kondisi anak pertama mereka, Nurlela sempat terkulai lemas dan histeris setelah mengetahui ciri-ciri korban. Jenazah korban kemudian disemayamkan di rumah duka di Desa Lau Mulgap, Mardingding, Kabupaten Tanah Karo.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut), Parlindungan Purba turut hadir untuk melayat jenazah korban saat masih berada rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. Menurut Parlindungan, konsulat Malaysia di Medan tidak ada kaitannya dengan masalah ini. “Kita segera menyurati BP3TKI untuk menyelesaikan hak korban yang belum diselesaikan oleh pihak perusahaan dimana korban bekerja,” ungkapnya.

Menurut Parlindungan, korban merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang keluar dari perusahaan penyalur tenaga kerja yang sebelumnya membawa korban. “Setelah keluar dari perusahaan yang membawanya, TKI dianggap menjadi ilegal, sedangkan bio data korban saat pada pengiriman jenazah merupakan dari identitas pemutihan dari kedutaan di Malaysia,” sebutnya.

Sebelumnya, keluarga korban sempat histeris saat menerima jenazah Simon di Bandara Polonia Medan, kemarin. Keluarga meyakini jenazah dalam peti itu bukan anaknya lantaran ciri-ciri yang ada pada jenazah tidak sama.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *