AWAS PENIPUAN MODUS BANTUAN SAPI

BENGKULU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu antisipasi penipuan bermodus bantuan sapi kepada masyarakat dengan meminta petani menyetorkan uang.

“Kita telah beritahukan ke dinas kabupaten/kota supaya mereka menginformasikan kepada kelompok tani atau petugas di lapangan bahwa tidak istilah setor uang itu,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Majestika, di Bengkulu, Senin (17/10).

Pemberitahuan ini penting, kata dia, agar Dinas Peternakan di kabupaten/kota menginformasikan kepada masyarakat bahwa tidak adanya pungutan atau permintaan uang muka dan harus bayar di dalam memperoleh bantuan sapi dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, bukan hanya petani yang menjadi sasaran penipuan dengan modus meminta uang muka untuk memberikan bantuan sapi.

Pihaknya juga sering dimintai uang, dengan modus menyampaikan surat ke Disnakkeswan Provinsi Bengkulu supaya mengikuti seminar. Dengan modus surat tersebut berasal dari Kementerian, meminta uang muka.

Ia menambahkan, surat itu berasal dan mengatasnamakan LSM serta suatu organisasi yang akan memberikan bantuan sapi atau investasi di bidang ternak sapi.

“Ujung-ujungnya mereka meminta uang muka ke kita, uang muka akan diganti, serta ada investor yang akan menanamkan modalnya di bidang peternakan sapi.

Tapi ternyata setelah kita cek, ternyata alamat yang tertera pada pengirimnya tidak ada. Atas dasar inilah kita meminta masyarakat petani mewaspadai penipuan serupa,” tambahnya.

Permasalahan seperti ini telah disampaikan kepada pihak Kementerian, dalam kesempatan seminar nasional, atau dilaporkan langsung.

Pihaknya bahkan mendata dalam sebulan ada lima hingga sepuluh undangan modus penipuan. Setelah dilacak ternyata tidak tahu alamatnya.

Ditambahkannya, mekanisme untuk memperoleh bantuan sapi, selama ini banyak beranggapan kalau minta pasti dikasih. Hal-hal seperti ini terkadang menjadi pertanyaan masyarakat. Padahal sesuai prosedur, meminta persetujuan dari kepala desa untuk dibawa ke Kabupaten.

Kelompok yang terdiri atas sekitar 15 orang, mengusulkan lewat kabupaten, baru kabupaten diberi rekomendasi.

Kabupaten yang menjamin, membina dan mengawasi. Kelompok yang bisa memperoleh bantuan, ditingkat desa ada sertifikasi yang dikeluarkan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian).

Banyak kelompok petani di masyarakat tetapi yang diutamakan yang sudah berjalan. Tetapi tidak menutup kemungkinan daerah berpotensi tetapi tidak memiliki kelompok mendapatkan bantuan.

“Tim verifikasi juga akan turun, jika memang layak baru akan diusulkan. Dilihat kemampuan kelompok tani, dalam satu kelompok bisa memperoleh bantuan sapi,” katanya. (Ant)
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *