2012, BANTEN JADI PUSAT PEMBIBITAN KERBAU NASIONAL

MedanBisnis – Serang. Tahun 2012 Propinsi Banten direncanakan menjadi salah satu pusat pembibitan kerbau secara nasional, karena hasil penelitian balai kesehatan di Roma, kerbau banten merupakan kerbau unggulan di dunia.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian RI Prabowo Respatiyo Caturroso di Serang, Minggu (16/10), mengatakan, ditetapkannya Banten sebagai salah satu daerah pusat pembibitan kerbau nasional dikarenakan potensi pengembangan ternak tersebut cukup besar. Apalagi ditunjang dengan potensi bibit kerbau yang sudah diakui dunia keunggulannya serta sarana pendukung lainnya. Kebutuhan daging wilayah Jabodetabek mencapai 70.000 ton per tahun, sebagian besar dipenuhi dari daging sapi impor.

“Untuk itu kami kembangkan dengan membangun penggemukan serta pembenihan sapi dan kerbau di sini, untuk meningkatkan kebutuhan konsumsi daging sapi dan kerbau lokal,” kata Prabowo ketika sosialisasi rencana pembangunan pusat penggemukan dan pembibitan sapi, di Desa Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Ia mengatakan, pada tahap awal pembangunan pusat pembibitan dan penggemukam sapi serta kerbau tersebut, untuk kapasitas 6.000 ekor sapi dan kerbau dari rencana sekitar luas areal 100 hektare secara bertahap. Perusahaan yang akan mengembangkan pembibitan sapi dan kerbau tersebut bernama PT Brahman Farm dengan nilai investasi sekitarb Rp20 miliar.

Dirut PT Brahman Farm, Indardi mengatakan, untuk tahap awal pihaknya menargetkan pembibitan sapi sebanyak 6.000 ekor per tahun. Tenaga kerja yang akan dibutuhkan berkisar antara 200-300 orang, dengan nilai invetasi awal sebesar Rp 20 miliar.

“Rencananya di sini bukan hanya peternakan sapi dan kerbau saja, tetapi ada kegiatan lain yakni agro wisata, holtikultura, dan perikanannya. Namun usaha utamanya adalah penggemukan serta pembibitan sapi dan kerbau,” katanya.

Ia memilih lokasi di Banten karena dekat dengan DKI Jakarta sebagai pasar pengiriman daging, serta dekat dengan Lampung sebagai daerah penyuplai bahan baku pakan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Banten, Agus M Tauchid menambahkan, total produksi daging di Banten pada 2010 sebanyak 136.502.598 kilogram. Untuk konsumsi daging sapi potong mencapai 100.880.000 kilo gram atau mencapai 73,9% dari produksi daging. “Tingkat konsumsi daging akan terus bertambah seiring meningkatnya populasi penduduk di Banten, peningkatan pendapatan, urbanisasi, serta perubahan gaya hidup,” kata Agus.

Oleh karena itu, dibutuhkan langkah-langkah untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan konsumsi daging. Menurut Agus, Banten memiliki potensi sangat besar untuk dijadikan tempat pusat penggemukan dan pembibitan kerbau dan sapi. Apalagi, daging kerbau saat ini lebih disukai masyarakat Banten ketimbang daging ternak sapi potong. (ant)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *