SANGGAR SIRULO DIUNDANG TAMPIL DI KERJA TAHUN TANJUNG BARUS

LORETA. MEDAN. Sanggar Seni Sirulo akan tampil memeriahkan acara guro-guro aron kerja tahun Desa Tanjung Barus (Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo), 29 Oktober 2011 yang akan datang. Demikian disampaikan oleh pimpinan sanggar ini, Ita Apulina Tarigan, kepada SoraSirulo.Net.
Ini adalah kali ke dua Sirulo diundang tampil ke acara kerja tahun di tahun 2011 ini. Sebelumnya, Sirulo tampil di guro-guro aron kerja tahun Desa Limang (Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo). Di tahun 2009, Sirulo juga tampil di kerja tahun Desa Munte dan Desa Biaknampe (keduanya di Kecamatan Munte, Kabupaten Karo) dan di tahun 2010 kembali ke Desa Munte. Tapi, penampilan tahun 2009 dan 2010 agak berbeda dengan tahun ini. Dulu adalah inisiatip kita sendiri menawarkan diri tampil di acara guro-guro aron mereka tanpa dibayar.

“Meski tanpa dibayar, syukur pula kalau tawaran kita diterima,” kata Ita Apulina menandaskan bagaimana kerasnya perjuangan sanggar ini menembus kebakuan masyarakat yang taunya hanya kibot dan perkolong-kolong saja seperti yang sering terlihat sekarang ini.

Undangan tampil di Tanjung Barus ini dapat dikatakan sejarah bagi kesenian tradisional Karo secara umum dan bagi Sirulo secara khusus.

“Meski penampilan kita di Limang dibayar lumayan, yang bayar adalah Pemprovsu dalam rangkaian program mereka, khususnya dari Infokom. Sedangkan untuk Tanjung Barus ini kita berhubungan dengan Ir. Usaha Barus yang asal Tanjung Barus. Kami melihatnya sebagai sebuah sejarah karena permintaan ini datang bukan lagi dari luar, tapi dari masyarakat itu sendiri. Perjuangan kami selanjutnya adalah agar, suatu saat nanti, panitia guro-guro aron sendiri yang mengundang kita setelah mencanangkan dana mereka untuk itu,” papar Ita Apulina.

Adapun perancang pertunjukan sanggar ini Juara R. Ginting mengatakan belum mengetahui apa yang akan mereka tampilkan. Meski Juara tinggal di Leiden (Nederland), dialah yang merancang pertunjukan-pertunjukan Sirulo. Dia juga menyutradarainya melalui webcam (skype) dan selalu berusaha dapat menonton pertunjukan melalui webcam dari Leiden.
“Saya berpikir untuk mengangkat thema pertanian dengan menghadapkan kontras kehidupan pertanian tradisional dengan kehidupan pertanian masa kini. Apa yang kontiniu (berlanjut dari dulu hingga sekarang, red.) dan apa yang diskontiniu (tak berkelanjutan, red.). Kebetulan thesis master saya adalah mengenai pertanian tradisional Karo. Saya akan coba refleksikan ke dalam musik, tari dan lagu. Bagaimana caranya? Saya sendiri belum tahu,” kata Juara sambil tertawa.

Sutradara yang satu ini memang dikenal oleh teman-temannya mendapat inspirasi pertunjukan bila sudah melihat orang-orang yang siap tampil. Tak aneh bagi para artis Sirulo bila panggilan latihan berarti, terutama di awal, adalah pencarian inspirasi bagi sang perancang pertunjukan.

Adapun alat-alat yang siap ditampilkan oleh sanggar ini adalah sarune, gendang singindungi, gendang singanaki, gung, penganak, kulcapi, surdam, belobat, ketteng-ketteng (dalam jumlah banyak), mangkuk, dan biola.

“Para vokalis kita umumnya adalah yang menguasai rengget,” tambah Ita Apulina mengakhiri pembicaraan.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to SANGGAR SIRULO DIUNDANG TAMPIL DI KERJA TAHUN TANJUNG BARUS

  1. Devin Barus says:

    Trimakasih buat sanggar sirulo,yg melestarikan budaya karo asli.semoga lbh di maju dari tahun sebelumnya.Mejuah-juah(Devin Barus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *