KUANTITAS DAN MUTU KOPI HUMBAHAS MASIH RENDAH

MedanBisnis – Doloksanggul. Sektor pertanian dengan komoditas unggulan seperti kopi dan kemenyan , memilki kontribusi langsung bagi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbas). Karena itu pembangunan pertanian akan terus digenjot untuk meningkatkan produksi yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Humbahas.
“Pembangunan pertanian akan kita mulai dari pedesaan supaya tidak terjadi ketimpangan sosial ekonomi. Bahkan dengan sendirinya pengangguran akan bisa ditekan,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Perkebunan Humbahas melalui Kabid Perkebunan Rajin Lumbantoruan kepada MedanBisnis, Selasa (12/10) di ruang kerjanya.

Hanya saja, kata Rajin, kendala yang dihadapi dalam pengembangan pertanian khususnya komoditas unggulan seperti kopi adalah kuantitas produk yang dihasilkan petani masih rendah. Hal ini disebabkan sistem budidaya yang dilakukan petani belum sesuai anjuran yang diterapkan, seperti jarak tanam belum sesuai aturan. “Jarak tanam yang kita anjurkan adalah 2,5 x 2,5 meter per segi.

Demikian juga halnya dengan pengunaan bibit oleh petani masih tergolong asal jadi serta pemeliharaan yang kurang optimal seperti dalam pemupukan,” terangnya.

Permasalahan lainnya adalah mutu biji kopi yang dihasilkan. Menurut Rajin, mutu kopi yang dihasilkan tergantung dari penanganan pasca panen terutama saat panenan dilakukan. Umumnya biji kopi yang dipanen tidak sesuai dengan kriteria buah yang akan dipanen. Demikian juga halnya pada saat proses pencucian, penjemuran   dan pengupasan kulit masih belum maksimal. Hal ini berpengaruh terhadap kadar air kopi sehingga tidak memenuhi standar kopi ekspor yang menetapkan kadar air biji kopi kering sekitar 12%.

“Jika saja kriteria tersebut  dapat diterapkan para petani kopi di Humbahas, produksi kopi yang akan dihasilkan dapat meningkat dengan capaian produksi antara 1,1 ton – 1,5 ton per hektarnya. Tidak hanya itu harga jual juga akan lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual sekarang yang berkisar Rp 25.000 per kg,” jelas Rajin.

Begitupun lanjut dia, untuk jangka menengah pihaknya akan melakukan pengembangan kopi baik dari segi luas lahan, peningkatan kuantitas dan kualitas biji kopi dengan cara penggunaan teknologi budidaya dan pasca panen serta meningkatkan mutu kopi olahan dan kemasan.

“Jadi, untuk meningkatkan mutu biji kopi kami akan mendorong pembangunan unit pengering, pengupas dan sortasi di sentra-sentra produksi serta meningkatkan kemitraan antara petani dengan industri kopi olahan,” ujar Rajin. ( ck 10)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *