70 PERUSAHAAN TAWARKAN TEKNOLOGI SAWIT DI MEDAN

MedanBisnis – Medan. Pameran industri sawit terbesar yang bertajuk Palmex Indonesia 2011, kembali digelar di Kota Medan dengan menghadirkan 70 perusahaan industri minyak sawit, di mana target transaksi hingga Rp 15 miliar atau naik dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 10 miliar.
Palmex Indonesia 2011 ini yang ketiga kalinya berlangsung dari 12 Oktober hingga 14 Oktober 2011 di Griya Dome Convention Hall Medan.

Direktur Utama Fireworks Indonesia Susan Tricia selaku penyelenggara mengatakan, perolehan transaksi tahun ini ditargetkan lebih tinggi mengingat geliat industri kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat. Katanya, daerah ini merupakan jantung industri sawit nasional dengan luas perkebunan sawit terluas di Indonesia pasti butuh berbagai fasilitas pengolahan sawit.”Transaksi tahun ini diharapkan naik menjadi Rp 15 miliar, dengan pengunjung mencapai 60.000 orang,” ujarnya pada acara opening ceremony Palmex Indonesia 2011 di Griya Dome Medan, Rabu (12/10).

Dikatakannya, Palmex tahun ini menghadirkan produk yang bisa mencari solusi memaksimalkan kinerja dari industri minyak sawit sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara dan bangsa.”Palmex menjadi peluang yang baik bagi para pelaku industri minyak sawit untuk menunjukkan keseriusan mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan,” ucapnya.

Dengan menghadirkan lebih banyak peserta dan teknologi-teknologi terbaru, lanjut Susan, Palmex diharapkan dapat menambah efektivitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit serta menambah produksi dalam waktu bersamaan.Apalagi dengan luas perkebunan sawit di sini sebesar 1,2 juta hektar dan terluas di Indonesia, teknologi minyak kelapa sawit tercanggih sangat dibutuhkan.

Total ada 70 perusahaan yang bergerak di industri sawit lokal dan mancanegara memamerkan teknologi produk yang bergerak di sektor hulu dan hilir industri sawit dunia. Untuk tahun ini, Palmex Indonesia  mengambil tema “Increasing the Efficiency of World Palm Oil Production.” Adapun perusahaan yang ikut hadir yakni PT Kawan Lama Sejahtera, PT Multi Mayaka,  PT Jebsen and Jessen Technology, PT Super Andalas Steel, PT Ometraco Arya Samanta, YKL Engineering Group, CHD Global IP Sdn Bhd, Sumitomo Heavy Industries Co Ltd, Toyox Co Ltd, DNR Process Solution Pte Ltd, Forbes Marshall, Knowledge Integration. Sedangkan beberapa brand yang akan diwakilkan antara lain, SKF, NSK, Brevini, Karcher, Bosch, MW Welding, Krisbow, Fuji Electric, LS, LG, GE, Grundfos, JCB, Sullair dan beberapa lainnya yang berasal dari Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia, Jepang, India, Singapura dan China.

“Para purchaser dan engineer hadir guna membeli atau mengganti mesin lama mereka dengan mesin baru serta meng-update wawasan mereka akan teknolog terbaru yang mampu meningkatkan kinerja,” jelas Susan.

Walikota Medan, Rahudman Harahap mengharapkan, dengan hadirnya Palmex 2011 ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kelapa sawit di Sumut dan Indonesia pada umumnya.

Sebab, pertumbuhan ekonomi nasional masih dipicu dari sektor perkebunan salah satunya komoditas kelapa sawit.”Pameran ini sangat dibutuhkan masyarakat, petani dan perusahaan akan adanya teknologi-teknologi yang canggih untuk kelapa sawit,” katanya.

Rahudman mengakui masih banyak kendala yang dihadapi dalam meningkatkan perdagangan baik bagi importir dan eksportir dengan kondisi pelabuhan dan transportasi lainnya. “Ini perlu diatur tata ruang yang baik untuk 20 tahun ke depan sehingga pelabuhan kita bisa berkembang demi kepentingan kalangan pengusaha di Sumut,” jelasnya.

Selain transportasi pelabuhan, lanjutnya, fasilitas kereta api (KA) di Medan juga harus dibangun agar memperlancar arus barang yang berangkat atau tiba di lokasi sehingga kemacetan lalu lintas darat dapat berkurang. “Ini harus jadi perhatian semua pihak. Pemko dalam hal ini akan siap mendukung memfasilitasi kebijakan yang akan dilakukan dalam peningkatan sarana dan prasarana transportasi perdagangan yang dibutuhkan seperti pelabuhan, kereta api dan bandara udara.

Karena jika Bandara Polonia sudah pindah ke Kualanamu, maka Kota Medan sebagai kota jasa dan industri akan lebih baik dengan memberi izin pembangunan hotel hingga 100 tingkat,” tukasnya. (n medanbisnis/ariandi)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

1 Response to 70 PERUSAHAAN TAWARKAN TEKNOLOGI SAWIT DI MEDAN

  1. Pingback: http://thepsychedelics.net/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *