JK: JANGAN HANYA MAU JADI PNS

MALANG – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan generasi muda Indonesia jangan hanya berpikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Mereka harus siap menjadi enterprenuer.

Karena itu, sikap dan semangat kewirausahaan sangat penting ditanamkan dalam diri anak-anak bangsa, para mahasiswa, dan lulusan perguruan tinggi.

“Semangat mereka harus diarahkan untuk memulai dan bergerak dalam dunia usaha. Jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tapi menciptakan pekerjaan,’’ tegas JK saat dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa (DHC) di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (8/10).

Kunci penting memiliki jiwa kewirausahaan, menurut JK, adalah menumbuhkan semangat sebagai kekuatan pendorong yang membuat orang bergerak, dan mengambil inisiatif melakukan apa saja yang perlu dia lakukan untuk kehidupan lebih baik tanpa kenal lelah.

Hanya orang yang memiliki semangat seperti inilah yang dapat menggerakkan bangsa mencapai kemajuan. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki semangat bukan hanya memiliki sikap pesimis, banyak mengeluh dan cepat menyerah, tetapi juga tidak memiliki harapan.

Orang seperti ini tidak bermartabat, karena yang ada dalam angan-angannya hanyalah keinginan memperoleh segala sesuatu secara mudah, tanpa perlu berusaha, kerja keras, dan berjuang.

Karena kurang memiliki semangat dan kepercayaan mandiri, lanjut dia, kemandirian bangsa ini belum bisa banyak terwujud. Negara ini masih meminta bantuan dana keahlian dan konsultasi dari pihak asing, seperti Jepang, Amerika, Korea Selatan, dan lainnya.

Padahal dalam banyak kasus, para konsultan asing yang mendapat gaji besar tidak memiliki pengetahuan memadai tentang ekonomi dan kehidupan masyarakat. “Bukan berarti kita antipihak asing, tapi membangun kemandirian sangat mutlak. Hanya mereka yang memiliki imajinasi dan mimpi yang dapat bergerak melakukan transformasi bagi dirinya dan masyarakat,’’ tuturnya.

Gelar DHC diberikan UB kepada JK karena pemikiran Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dalam bidang ekonomi dan bisnis ini dianggap telah meningkatkan kewirausahaan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

Semangat JK membuka lapangan kerja baru lewat prinsip kewirausahaan dinilai selaras dengan pemikiran fakultas ekonomi dan bisnis UB. Selama menjabat Wakil Presiden, JK dinilai tangkas menemukan jalan keluar berbagai persoalan, terutama di bidang keamanan, politik, dan ekonomi.

Suami Mufidah Yusuf Kalla ini juga dinilai peduli terhadap persoalan sosial kemasyarakatan, pendidikan, olahraga, dan keagamaan.

Pengukuhan dilakukan Rektor UB Yogi Sugito di ruang Balai Sidang UB. Hadir Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adyaksa Daud, Anwar Nasution, Sofyan Djalil, serta para guru besar UB.

Gelar DHC ini merupakan yang keenam diterima JK. Sebelumnya dia memperoleh gelar DHC dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Universitas Malaysia Sabah, dan Universitas Soko Jepang.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *