PEMANDIAN AIR PANAS PENEN, HIDUP SEGAN MATI TAK MAU

Oleh : Amirul Khair. Tidak ada yang istimewa. Hanya sebuah tulisan yang sedikit agak rapi di plank yang didirikan di simpang jalan hendak masuk di sebuah kayu yang menempel di tiang listrik milik PT PLN (Persero) berjarak sekira 150 meter sebelum sampai di kawasan yang penulis tuju.
Begitu penulis menjejakan kaki usai turun dari mobil yang setia mengantarkan penulis bersama anggota DPRD Deliserdang H Sabar Ginting, hawanya begitu segar meski hidung menangkap bau menyengat yang sedikit kurang nyaman.
Rumput liar terhampar luas dengan pemandangan pegunungan berwarna biru yang berjajar. Sangat lepas. Tidak ada sesuatu yang menghalangi mata untuk melepaskan pemandangan sembari menikmati indahnya pegunungan Tanah Karo dari tempat kami berdiri.

Dari Desa Penen, Kecamatan Sibirubiru, Kabupaten Deliserdang inilah kami menikmati pemandangan indah tersebut. Tidak banyak orang yang berkunjung. Tidak lebih dari 10 orang yang saat itu berada di sebuah lokasi pemandian alam yang airnya terasa hangat namun masih bisa dirasakan saat menyentuh kulit.

Terlihat beberapa lelaki sedang asyik menikmati cucuran air panas yang mengandung belerang dari beberapa pipa yang berjajar. Sepertinya pipa-pipa tersebut memang sengaja dibuat untuk mandi menikmati hangatnya air hangat yang diyakini bisa mengobati berbagai penyakit kulit.

Penulis sendiri sempat merasakan hangatnya air belerang dari pemandian alam Air Panas Penen tersebut. Meski tidak mandi dan hanya merasakan hangatnya air menggunakan tangan yang penulis celupkan ke media berkumpulnya air belerang tersebut, tangan penulis terasa lebih ringan.

Tidak banyak informasi yang bisa penulis gali tentang keberadaan pemandian alam Air Panas Penen tersebut. Pasalnya, tidak ada informasi yang bisa dibaca di sekitar obyek wisata tersebut. Selain itu, tidak banyak warga yang berada di lokasi tersebut bisa dikonfirmasi. Pasalnya, kedatangan penulis tepat di hari Sabtu dan hari tersebut bukan hari wisata bagi pemandian Air Panas Penen.

Dari salah seorang warga yang sempat penulis wawancarai, kawasan obyek wisata pemandian alam tersebut biasanya hanya ramai dikunjungi orang setiap hari Minggu dan hari libur besar. Kebanyakan yang datang untuk mandi terlebih mereka yang memiliki masalah dengan penyakit kulit.

Kurang Perhatian

Bagi penulis, pemandian alam Air Panas Penen bukan sekadar obyek wisata biasa. Lebih dari itu, obyek wisata alam ini merupakan keajaiban alam yang menawarkan nilai-nilai ilmiah dari ilmu pengetahuan alam.

Bagaimana tidak – Sumber air panas yang mengandung belerang dan bermanfaat untuk kesehatan terutama penyakit kulit ini merupakan anugerah Allah swt Sang Maha Kuasa. Tidak banyak daerah memiliki keajaiban alam seperti ini.

Beruntunglah Deliserdang memiliki satu dari sekian banyak sumber air panas seperti Air Panas Penen. Tapi agaknya potensi ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Kesannya, kawasan ini kumuh dan tidak tertata serta kurang terlihat diberdayakan untuk kepentingan rakyat, khususnya penduduk setempat.

Kawasan sekitarnya lebih banyak dihiasi secara alami dengan hamparan rumput liar yang tumbuh bebas tanpa penataan. Aliran air panas tersebut juga masih manual melintasi parit-parit yang sepertinya terbentuk secara alami.

Ironisnya lagi, penulis sempat terkejut saat ingin mengabadikan tempat mandi bagi kaum lelaki yang terbuka. Pasalnya, sepertinya belum ada aturan agar saat mandi lebih bersikap sopan dengan menggunakan pakaian yang menutupi bagian-bagian vital lelaki. Untungnya, tempat mandi bagi kaum wanita lebih nyaman karena dibangun seperti bentuk kotak-kotak meski bisa terlihat dari atas karena tidak menggunakan atap.

Kondisi obyek wisata ini mengingatkan penulis kepada sebuah ungkapan “Hidup Segan Mati Tak Mau.” Sebab kawasan ini lebih mirip ditelantarkan daripada diberdayakan. Padahal, bila ada penataan serius, kawasan ini bisa menjadi salah satu obyek wisata andalan di Deliserdang.

Fakta ini dikarenakan, selain ramai dikunjungi wisatawan lokal yang masih bersifat temporer karena hanya ramai di hari-hari libur saja, ternyata menurut warga setempat sudah banyak juga wisatawan mancanegara yang mengunjungi dan menikmati obyek wisata tersebut.

Butuh Penataan

Potensi ini juga diakui anggota DPRD Deliserdang H Sabar Ginting SE dari Fraksi PAN yang juga berasal dari daerah pemilihan Sibirubiru dan menilai obyek wisata pemandian alam Air Panas Penen memiliki daya tarik tersendiri dan seharusnya dikembangkan.

Pengembangannya tentu harus berwawasan lingkungan dan jangan sampai merusak alam sekitarnya apalagi menimbulkan kerusakan pada kawasan Air Panas Penen itu sendiri. Pemkab Deliserdang melalui dinas-dinas terkait seharusnya melakukan penataan pengembangan berbagai infrastruktur penunjang seperti, jalan, tempat mandi di kawasan tersebut baik untuk laki-laki maupun perempuan serta tempat peristirahatan.

Sebab katanya, lokasi tersebut terasa tidak nyaman bagi pengunjung yang ingin mandi karena memang obyek wisata tersebut hanya mengandalkan mandi dengan guyuran air hangat berbau belerang. Bagi pengunjung yang datang, hanya bisa beristirahat di dalam mobil atau membentang tikar di bawah terik mentari tanpa rasa nyaman.

“Pemkab Deliserdang harus perhatianlah mengembangkan potensi obyek wisata pemandian Air Panas Penen ini. Sayang sekali potensinya kalau dibiarkan seperti ini” tandasnya.

Sabar juga menyarankan, bila Pemkab Deliserdang mengalami kendala untuk mengembangkan obyek wisata alam tersebut, baiknya diberikan kepercayaan kepada pihak swasta untuk mengelolanya sehingga bisa bermanfaat bagi rakyat serta menjadi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Jelajah Objek Wisata Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *