SYAHRUL, MANFAATKAN KEONG MAS UNTUK PAKAN ITIK

MedanBisnis – Langkat. Meski termasuk hama yang merugikan petani, namun keong mas dapat
memberikan keuntungan kepada para petani padi sawah. Betapa tidak, hama
yang dapat merusak tanaman padi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai
pakan ternak khususnya ternak itik.
Seperti yang dilakukan Syahrul (32), warga dusun IV Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Ia memanfaatkan keong mas untuk ternak itik yang dipeliharanya. “Awalnya saya sangat terusik dengan keong mas ini, apalagi lahan pertanian kami merupakan lokasi areal pasang surut. Sehingga saat terjadi pasang, air sungai akan masuk ke lahan kami dengan membawa keong mas,” jelasnya kepada MedanBisnis, Selasa (4/10), di kediamanya, di Desa Suka Maju.

Menurut Syahrul, awalnya itik yang dipeliharanya hanyalah 25 ekor yang merupakan bantuan dari Dinas Peternakan Kabupaten Langkat, pada tahun lalu. Dari jumlah itu, kini itik berkembang menjadi 260 ekor. “Dari 25 ekor itik, saya bisa mengutip telur itik sebanyak 20 butir perhari. Dari telur-telur tersebut, timbullah ide untuk menambah itik lagi. Dari hasil telur yang terjual, saya mendapatkan modal untuk membeli anak itik sebanyak 20 ekor lagi,” terangnya.

Syahrul juga menampung telur dari anggota kelompok yang sama untuk kemudian dijualnya ke agen besar di Kota Tanjung Pura. “Dari keuntungan itu, saya jadikan modal untuk membeli itik lagi, sehingga sampai saat ini, itik saya berjumlah 260 ekor. Dari itik yang saya kembangkan, bisa memproduksi (menghasilkan) telur sebanyak 240 butir per hari,” ucapnya.

Jika rupiahkan, uang yang diperoleh mencapai Rp 240.000 perhari atau berkisar Rp 5 jutaan dalam sebulan. Begitupun, Syahrul mengaku masih membutuhkan modal tambahan untuk membeli itik serta mesin penggiling keong mas, sebab keong mas untuk pakan itik itu cukup banyak dan harus digiling dengan menggunakan mesin penggiling mini. “Sekitar 30 kg keong mas yang harus digiling setiap hari beserta anak ikan (ikan rucah) sebanyak 10 kg,” jelasnya.

Pakan Utama
Untuk 260 ekor itik tersebut dalam sehari Syahrul membutuhkan pakan berupa keong mas sebanyak 30 kg, 10 kg ikan rucah dan dedak padi sebanyak 30 kg . Untuk proses pembuapakan itik, keong mas dihancurkan dengan kulitnya, jika ada mesin, namun jika tidak, keong itu direndam ke air panas, lalu dicongkel isinya satu persatu.

“Selanjutnya daging keong mas tersebut dicincang dan diaduk dengan anak ikan yang sudah dihancurkan, lalu dicampur dengan dedak padi, untuuk selanjutnya diberikan kepada itik,” kata Syahrul.

Untuk biaya pakan, ia hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 70.000 dalam sehari. Karena untuk keong mas, Syahrul mengaku mencarinya sendri. Namun jika dibeli, harga keong mas hanya Rp 500 per kg.

Jadi, katanya, biaya untuk pakan keong mas sebanyak 30 kg sebesar Rp15.000, untuk ikan rucah Rp 10.000 dan biaya untuk dedak padi sebanyak 30 kg seharga Rp 45.000. “Jadi, dari telur yang dikutip sebanyak 240 butir, kami memperoleh keuntungan bersih setelah dikeluarkan biaya pakan, berkisar Rp 170.000 per hari,” jelas Syahrul. (reza fahlevi)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *