UNTUNG MANIS PEPAYA CALIFORNIA

Bukan hanya buahnya saja yang terasa manis, tapi keuntungan dari membudidayakan pepaya california ini pun sama manisnya. Inilah yang dirasakan Min, petani pepaya di Dusun II, Desa Bandar Labuhan, Tanjungmorawa. Di lahannya seluas satu hektare, ia menanam pepaya sebanyak 1.050 batang. Dengan produksi sekitar 5 ton sebulan, Min pun bisa mengantongi uang Rp 10 juta per bulan.
Sebelumnya, ia menanami lahannya itu dengan sayuran, namun karena hasilnya kurang memuaskannya, ia pun kemudian mengganti tanamannya dengan pepaya. Hasilnya sungguh tidak mengecewakan. Dengan modal awal sebesar Rp 6 juta, pepaya yang ia tanam kini telah berproduksi sekitar 5 ton setiap bulannya.“Modal awal yang Rp 6 juta itu untuk keperluan membeli bibit, pupuk, dan ongkos penggemburan serta penanaman. Pengeluaran paling besar memang pada awal penanaman. Tapi selanjutnya, pengeluaran jauh berkurang sebab penggunaan pupuk juga bisa terus dikurangi, namun perawatan tetap harus dilakukan dengan baik,” katanya kepada MedanBisnis, beberapa waktu yang lalu.

Dikatakannya, pada tahap awal ia melakukan penggemburan lahan dan pemupukan sebelum mulai ditanami dengan bibit yang baik. Dicontohkannya, jumlah pupuk kandang yang digunakan pada awal penanaman ini membutuhkan sebanyak 500 karung ukuran 50 kg yang harga setiap karungnya Rp 6.000. “Itu hanya untuk waktu pertama saja, selanjutnya jumlah pupuknya bisa dikurangi,” katanya. Pemupukan hanya dilakukan 2,5 bulan sekali. Pada pemupukan berikutnya cukup menggunakan sebanyak 300 goni pupuk kandang.

Pemupukan secara teratur bisa memacu buah yang tumbuh menjadi lebih baik. Menurutnya, pada panen pertama, yaitu ketika tanaman berumur 6 bulan dengan tinggi pohon sekitar 2 meter, buah bisa tumbuh pada batang 40 cm dari tanah.

Ia berpendapat, permintaan pepaya dari kebunnya sangat tinggi. Tidak hanya memenuhi permintaan dari Medan dan sekitarnya, pepaya dari kebunnya bahkan didistribusikan hingga Sibolga, Nias, Pekanbaru, Batam, Jambi dan Palembang. “Permintaan pepaya sangat tinggi, bahkan kadang kewalahan menerima pesanan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemesan dari Batam, setiap seminggu sekali datang mengambil pesanan sebanyak 1 ton. Sementara itu, pemesan dari beberapa toko buah di Medan dengan tempo yang sama, mengambil sebanyak rata-rata 0,5 ton. Dengan banyaknya permintaan pepaya, menurutnya, budidaya pepaya California sangat menjanjikan.

“Untungnya lebih banyak daripada tanaman sayuran, karena itu tidak salah pilihan beralih ke pepaya,” katanya.

Di teras rumah Min sendiri juga terdapat ratusan buah pepaya yang baru dipetik dan dibungkus dengan kertas koran. Berat setiap buahnya rata-rata 1,2 kg dengan kulit buahnya masih berwarna hijau dan segar. Menurutnya, dalam beberapa hari, buah pepaya tersebut sudah matang dan siap untuk dinikmati. Pepaya tersebut sudah ada pemiliknya, yaitu pemesan dari salah satu toko buah di Medan. Buah tersebut dijualnya dengan harga Rp2.000/kg.

“Pepaya dari Dusun II, Bandar Labuhan ini nantinya masuk ke mal-mal di Medan dan daerah lain, tapi dengan merek lain yang bukan dari sini, dan harga jualnya jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Di Desa Bandar Labuhan, kata Min, paling tidak terdapat 10 hektare lahan pepaya milik warga yang buahnya didistribusikan keluar daerah. Karena itu, menurutnya, Bandar Labuhan sudah terkenal sebagai pusat budidaya pepaya.

Diakuinya, banyaknya permintaan buah pepaya california lantaran kualitas rasa yang baik. Selain rasa yang manis, pepaya California memiliki keunggulan yang lebih jika dibandingkan dengan beberapa varietas pepaya lainnya, yaitu tidak lembek meskipun sudah matang dan tidak berbau. “Buahnya merah, padat dan cita rasa yang segar,” tambahnya.

Untuk memetik buah yang nama latinnya “Carica papaya” itu dari begitu banyak pohon, ia mengaku hanya dibantu oleh keluarganya. Ia tidak menggunakan tenaga pemetik dari luar karena ia dan keluarganya bisa melakukannya sendiri. Selain itu, bisa menghemat pengeluaran.

“Kita melakukan pemetikan hampir setiap hari, karena pesanan yang selalu datang dan kita tidak mau mengecewakan pelanggan,” ujarnya.

Meskipun dari tiap pohonnya hanya bisa dipetik 3 – 4 buah saja dalam sebulan, namun ia dan keluarganya sudah bisa mendulang keuntungan manis dari membudidayakan pepaya california. (cw 02/yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to UNTUNG MANIS PEPAYA CALIFORNIA

  1. It was something of great pleasure getting to your site this morning. I got here just now hoping to learn something new. And I was not frustrated. Your ideas about new tactics on this topic were helpful and a great help to my family. Thank you for leaving out time to create these things plus for sharing your thoughts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *