EKSPOR KOPI SUMUT KRISIS EKONOMI

MEDAN – Ekspor kopi Sumatera Utara (Sumut) mulai terganggu akibat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. Permintaan kopi terus menurun di tengah harga lokal yang cenderung menguat akibat pasokan masih sedikit.

“Permintaan yang melemah dan menguatnya harga di pasar lokal membuat importir dan eksportir cenderung melakukan ‘wait and see’,” kata Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, Sumut, Andryanus Simarmata, tadi malam.

Kecuali untuk menutupi kontrak, transaksi ekspor nyaris tidak ada. Harga kopi arabika di pasar lokal berkisar Rp60 ribu per kilogram dan harga ekspor Rp64 ribu per kilogram.

Menurutnyam, ada prediksi permintaan akan semakin melemah karena krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat masih berlanjut.

Harga kopi lokal yang menguat itu sendiri disebutkan sebagai dampak produksi masih ketat, karena panen baru saja mulai.

“Mudah-mudahan, permintaan tidak terlalu menurun karena kasihan petani kalau saat masa panen harga terus anjlok,” ujarnya.

Kepala Badan Pusat Stataistik (BPS) Sumut, Suharno, mengatakan nilai ekspor kopi termasuk teh dan rempah-rempah pada Januari hingga Juli 2011 naik 58,85 persen dari periode sama tahun lalu atau mencapai 268,838 juta dolar AS.

Berdasarkan data, kata dia, kenaikan nilai devisa itu cenderung dipicu kenaikan harga jual, bukan volume yang meningkat.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *