SELAMAT JALAN PASTOR VAN EIJK

Medan, (Analisa). Seorang lagi gembala yang setia meninggalkan dombanya untuk selamanya. Itulah kata-kata yang banyak disampaikan umat Katolik di kota Medan. Pasalnya, Senin, (24/9) sekira pukul 04.30 WIB, seorang Pastor telah menghadap bapa di surga. Setelah sekian lama sakit dikarena usia lanjut.
Pastor Theodosius Antonius van Eijk, OFM Cap meninggal dunia di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan. Pria kelahiran Belanda 14 Juni 1926 dikenal dengan ramah dan merakyat ini meninggal dalam usia 85 tahun.
                                                                Pastor van Eijk
Dia putra pertama dari sembilan bersaudara, masuk Ordo Kampusin sebagai nopis di Belanda 30 Agustus 1944. Setelah 4 tahun sebagai nopis, dia mengikrarkan kaul kekal 31 Agustus 1948 dan ditahbiskan sebagai Imam 6 Agustus 1951. Dengan demikian Pastor van Eijk pas 60 tahun sebagai Imam katolik.

Memasuki tahun ketiga sebagai Pastor, bersama-sama dengan sahabat seangkatannya, Pastor Eduard Verrijt, OFMCap tiba di Indonesia tepatnya 8 Nopember 1953 sebagai misionaris.

Pastor yang dikenal sederhana dan dekat dengan umat ini sangat ramah dan mengayomi. Kemana saja selalu ditemani sepeda kesayangannya. Sepeda yang dibawa dari negeri Belanda pada tahun 1953 siap mengantar kemana Pastor mau melayani umatnya. Sepeda “ontel” atau sepeda janda yang cukup diminati banyak umat ini sampai sekarang masih dalam keadaan baik. Apa lagi saat ini orang lagi gandrung dengan sepeda “ontel”.

Walau usia sudah lanjut, namun pastor van Eijk tetap rajin menyambangi dan melayani umatnya, apalagi apa bila mengunjungi para umatnya yang sudah tua dan sudah tidak bisa lagi ke gereja, pasti pator ini mengunjungi bersama-sama dengan Legio Maria.

Saat ini jenazah pastor van Eijk disemayamkan di Aula St. antonius Jalan Hayam Wuruk Medan. Di Paroki inilah pastor van Eijk dua kali menjabat sebagai Pastor Paroki. Pertama dari tahun 1972-1983. Kedua dari tahun 1988 – 1993. Maka umat di Hayam Wuruk sangat dekat dengan beliau. Bahkan hingga akhir hayatnya beliau tetap tinggal dan aktif di Hayam Wuruk dan sesekali ke Susteran Sikeben.

Sejak terdengarnya kabar meninggalnya pastor Antonius van Eijk umat katolik berduyun-duyun ke Hayam Wuruk untuk memanjatkan doa. Bahkan panitia telah menyusun jadwal untuk umatnya Sabtu, (24/9) pukul 15.00 Doa Kerahiman Illahi, pukul 17.00 Novena dan pukul 18.00 diadakan Perayaan Ekaristi.

Minggu, (25/9) dimulai pukul 11.30 WIB- 17.00 WIB umat katolik di Kota Medan dan sekitarnya untuk memberikan penghormatan yang terakhir. Selanjutnya pukul 17.00 WIB diadakan Misa Requiem di Gereja St. Antonius Hayam Wuruk. Usai Misa Requiem dilanjutkan dengan acara adat.

Senin (26/9) pukul 06.30 WIB diadakan perayaan Ekaristi guna memohon doa demi kelancaran acara selanjutnya. Pukul 09.00 WIB jenazah akan dibawa ke Pematang Siantar. Dimana Pastor van Eijk akan dimakamkan di Pemakaman Para pastor Campusin di Sinaksak, P. Siantar.

Kepada seluruh uamt katolik dimohonkan doa-doanya untuk pastor van Eijk, dan bagi yang mempunyai waktu dipersilahkan datang ke gereja St. Antonius Hayam Wuruk. (rel/maf)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

1 Response to SELAMAT JALAN PASTOR VAN EIJK

  1. Selamat Jalan Pastor Van Eijk, banyak kenangan kami sekeluarga bersama mu.
    Pastor juga yg mempertemukan kedua orang tua ku, pastor juga yg memberi nama ku.. dulu pastor sering datang ke rumah aku sekedar ngobrol …. sedih hatiku, tapi aku yakin sekarang engkau bahagia bersama Bapa dan Bunda suci Maria…

    Admin, thanks foto nya, lama foto ini saya cari

    Regards’
    Kris Antonius Sinaga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *