100 % SAHAM INALUM AKAN DIMILIKI INDONESIA

MEDAN – Pemerintah Indonesia memastikan pengambil alihan seratus persen saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari Jepang. Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan proses pengambil alihan tersebut. Hal itu ditegaskan Menteri Perindustrian MS Hidayat saat menggelar dialog dengan dunia usaha dan instansi terkait di Hotel Grand Angkasa Medan, Jum’at (23/9).

MS Hidayat menuturkan, pengambil alihan pengelolaan PT Inalum pada 2013 mendatang itu, akan menguntungkan Indonesia dan Sumatera Utara, khususnya. “Indonesia telah sepakat memperjuangkan mengambil alih seratus persen saham Inalum pada 2013. Dan saya pastikan kita akan ambil alih itu. Itu kan berakhir pada tahun 2013, tapi persiapan pengambil alihan itu dilakukan setahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan itu, Sumut bisa menjadi klaster aluminium terbesar. Dia mengakui, pihak Jepang masih berkeinginan dan sudah mengajukan proposal untuk perpanjangan penanganan proyek itu. Namun pemerintah tetap berkeingian mengambil Inalum itu berkaitan dengan program larangan ekspor bahan baku mineral yang direncanakan pemerintah mulai 2014.

“Nanti ada tim perunding yang akan maju ke meja perundingan,” imbuhnya.

Namun, mantan Ketua Kadin itu tidak merinci kesiapan pemerintah untuk mengambil alih Inalum. Termasuk soal sistem pengelolaan dan perusahaan yang akan mengelola proyek itu.  “Pemerintah akan memutuskan strukturnya, apakah dengan menunjuk satu BUMN atau membuat BUMN baru. Saya belum bisa menyebutkan detail pengambilalihan Inalum itu. Tapi yang pasti saya tegaskan pemerintah sepakat akan mengambil alih Inalum,” bebernya.

MS Hidayat menegaskan, Sumut sebagai daerah di mana proyek itu beroperasi akan menerima manfaat yang lebih besar bila Inalum dikelola Indonesia. Kegiatan produksi Inalum memberikan nilai tambah yang tinggi bagi Indonesia dibandingkan jika mengekspor bahan tambang mentah.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPD RI utusan Sumut Parlindungan Purba menyebutkan, pemerintah dan masyarakat Provinsi Sumut berharap Inalum dikelola Indonesia dengan alasan selama ini manfaat proyek yang dikelola Jepang kurang dirasakan masyarakat.

“Saya mempertanyakan soal Inalum itu karena warga dan Pemerintah Provinsi Sumut ingin memastikan sikap pemerintah soal nasib Inalum yang lokasinya di Sumut pasca berakhirnya kontrak proyek itu antara Indonesia dan Jepang pada 2013,” pungkasnya.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *